SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Bukan cuma soal ibadah, tapi juga aksi nyata! Menyambut Ramadhan dan Imlek 2026, FKUB Kota Semarang menggeber gerakan Kebersihan Sungai Iman Harmoni (KASIH) dengan menggandeng TNI/Polri dan Pemkot Semarang.
Aksi bersih-bersih ini digelar bertahap. Tahap pertama berlangsung Jumat (30/1), menyasar Kali Semarang sepanjang 4 kilometer, mulai dari Tugumuda hingga Jembatan Berok, kawasan Kota Lama.
Sekitar 250 peserta turun langsung ke lapangan. Mulai dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, tokoh dan penyuluh lintas agama Kemenag, personel TNI–Polri, Linmas, LPMK kelurahan, sampai warga sekitar.
Kegiatan diawali apel pagi di halaman parkir Hotel MG Setos—rame, kompak, dan penuh semangat kolaborasi.
Ketua FKUB Kota Semarang, H. Mustam Aji, menegaskan bahwa aksi ini berangkat dari nilai iman yang diwujudkan dalam kepedulian lingkungan.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Kalau merusaknya, sama saja mencederai iman,” tegasnya.
Kenapa sungai yang jadi target? Mustam Aji punya alasan khas Semarang. “Kalau dengar kata Semarang, orang sering nyeletuk ‘Semarang kaline banjir’. Nah, Kali Semarang ini ikon kota—bahkan ada di lagu. Makanya kita mulai dari sini,” jelasnya.
Tak cuma bersih-bersih, FKUB juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari program Ekoteologi yang digagas Kementerian Agama sejak setahun terakhir.
Dari unsur TNI, Danramil 02 Mayor Infanteri Sugiyarto mengaku bangga dengan semangat kebersamaan yang terbangun.
“Ini bukti kolaborasi nyata. Warga, tokoh agama, dan stakeholder bersatu menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan tentu saja bebas banjir,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret harmonisasi iman dan aksi sosial.
“Saya senang sekali. Semua tokoh agama lengkap, kumpul, sengkuyung, dan bergerak bareng sebagai wujud keimanan,” katanya.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga jadi bagian dari pemanasan menuju MTQ Nasional yang bakal digelar di Semarang pada September mendatang.
“Semarang akan jadi tuan rumah MTQ Nasional. Kalau sungainya bersih dan kota tertata, tamu yang datang pasti bercerita baik dan itu bisa menarik wisatawan,” pungkas Agustina. (Red)