Dari Bandung ke DeepMind: Ilmuwan AI Asal Indonesia yang Bikin Bangga

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilmuwan AI Asal Indonesia, Adhiguna Kuncoro. (Foto: Endang Nurdin/ bbc.com)

Ilmuwan AI Asal Indonesia, Adhiguna Kuncoro. (Foto: Endang Nurdin/ bbc.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Bayangin, dari kamar kos di Bandung, seorang mahasiswa nulis skripsi soal kecerdasan buatan (AI) yang waktu itu masih terasa kayak fiksi ilmiah. Sepuluh tahun kemudian, dia jadi otak di balik riset AI paling canggih di dunia.

Namanya Adhiguna Kuncoro. Dulu anak ITB, sekarang jadi peneliti di DeepMind, divisi riset AI milik Google di London.

Sejak 2017, dia satu-satunya orang Indonesia di sana, ikut ngebangun teknologi Natural Language Processing (NLP)—otak di balik chatbot kayak Gemini dan ChatGPT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi buat Adhi, AI bukan cuma soal kecanggihan. Dia punya misi: bikin teknologi ini bermanfaat nyata buat Indonesia. Dari bantu guru ngajar murid di pelosok, sampai bikin tenaga medis punya akses informasi lebih akurat.

Ilmuwan AI Asal Indonesia, Adhiguna Kuncoro. (Foto: Endang Nurdin/ bbc.com)

Jalan Berliku ke Oxford & DeepMind

Baca Juga :  Pandawara Group Makin Menyala! Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan ini Dipanggil Prabowo ke Istana, Berikut Profilnya!

Perjalanan Adhi nggak instan. Setelah lulus ITB, dia lanjut ke Oxford, sempat gagal di beberapa mata kuliah, bahkan merasa minder sama teman-temannya. Tapi justru itu yang bikin dia makin semangat.

Dia lalu melanjutkan studi ke Carnegie Mellon University (CMU)—kampus top dunia untuk AI—dan akhirnya balik ke Oxford lagi untuk doktoral. Di situlah, jalannya ketemu DeepMind terbuka.

Direktur riset DeepMind, Marc’Aurelio Ranzato, bilang Adhi dipilih karena pengetahuannya dalam dan kreatif, terutama di bidang NLP—fondasi dari AI modern.

Misi untuk Indonesia

Adhi sadar, tantangan AI bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal akses. Bahasa Indonesia misalnya, datanya jauh lebih sedikit dibanding bahasa Inggris. Makanya, dia mendorong kolaborasi biar AI bisa merata dan nggak cuma jadi mainan perusahaan besar.

Baca Juga :  Suara Legendaris dari Layar Hitam Putih: Kisah Santai Yasir Den Has yang Bikin Kangen Zaman Dulu
Ilmuwan AI Asal Indonesia, Adhiguna Kuncoro. (Foto: Endang Nurdin/ bbc.com)

Contohnya, Adhi pernah bikin AI Summer School di Jakarta (2019) dengan sponsor Google Rp500 juta. Dia juga ikut bikin dataset bahasa Indonesia yang sekarang open source, supaya peneliti lokal bisa ikutan membangun AI.

Harapan untuk Anak Muda

Buat Adhi, AI bisa jadi “guru privat” buat anak-anak di pelosok. Kalau ada murid yang jago perkalian tapi lemah di pembagian, AI bisa bantu latihan sesuai kebutuhan.

“Orang kaya mungkin bisa bayar les, tapi AI bikin akses pendidikan lebih adil,” katanya.

Dan satu hal yang dia tekankan: Indonesia butuh lebih banyak anak muda berani terjun ke dunia AI global. Karena dari diaspora seperti dirinya, jalan kolaborasi bakal lebih terbuka. (Red)

Dikutip dari hasil reportase oleh wartawan di London, Endang Nurdin/ sumber: bbc.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 39 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB