Universitas Danantara: Harapan Baru atau Cuma Proyek Elitis?

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Danantara/ Kompas.com

Logo Danantara/ Kompas.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Belakangan ini nama Universitas Danantara lagi rame dibahas. Kampus ini digagas oleh superholding investasi BUMN bernama Danantara (Daya Anagata Nusantara).

Misinya gede banget: jadi corporate university kelas dunia yang fokus di Artificial Intelligence, engineering, sampai manajemen SDM, dengan menggandeng kampus top kayak Tsinghua, Stanford, Columbia, sampai INSEAD.

Keren? Iya.
Tapi apakah ini benar-benar perlu, atau cuma proyek mercusuar yang ujung-ujungnya jauh dari rakyat? Yuk, kita bedah sisi pro dan kontra dari Universitas Danantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pro: Kenapa Universitas Danantara Layak Dukung?

1. Cetak SDM Kelas Dunia
Indonesia butuh talenta top, bukan cuma jadi penonton teknologi global. Dengan Danantara, anak muda berbakat bisa langsung belajar di kampus terbaik dunia, lalu pulang bawa ilmu & jaringan internasional.

2. Alih Teknologi Lebih Cepat
Daripada nunggu transfer teknologi lewat kontrak bisnis, kirim 200 mahasiswa/talenta per tahun ke luar negeri jelas lebih praktis. Baliknya bisa langsung diterapkan di BUMN dan industri strategis.

Baca Juga :  Pembangunan Perusahaan Baterai Listrik Terbesar di Asia Tenggara Dimulai, Cuannya Bakal Gede nih!?

4. Branding Indonesia Naik Level
Punya corporate university bertaraf internasional bikin citra Indonesia naik. Dunia bakal lihat kita bukan cuma negara berkembang, tapi juga siap jadi pemain utama di bidang AI, green engineering, dan leadership.

5. Investasi Jangka Panjang
Kalau aset negara triliunan cuma diputer di bisnis, hasilnya terbatas. Investasi ke otak dan ilmu bisa kasih efek berlipat ganda buat masa depan ekonomi bangsa.

Kontra: Kritik Pedas buat Universitas Danantara

1. Terlalu Buru-buru
Danantara sendiri baru lahir awal 2025, tapi langsung bikin universitas. Banyak yang bilang, “kok belum ada bisnis nyata udah bikin kampus?” Jadi kelihatan kayak proyek show-off.

2. Risiko Jadi Elitis
Kalau seleksi pesertanya nggak transparan, bisa-bisa yang masuk cuma anak pejabat atau orang dalam. Bukannya cetak SDM nasional, malah jadi klub eksklusif.

Baca Juga :  KKN Setia WS Bantu Kelola Administrasi di Balai Desa Tanggul

3. Dana Raksasa, Hasil Belum Jelas
Bangun universitas internasional butuh duit segunung. Kritiknya: kenapa nggak fokus dulu ke sektor yang jelas-jelas butuh modal, kayak kesehatan, riset pangan, atau infrastruktur energi?

4. Bisa Nyaingin, Bukan Nambahin
Alih-alih kerja bareng kampus lokal kayak UI, ITB, UGM, ada yang khawatir Danantara University malah jadi saingan baru. Padahal pendidikan tinggi kita masih banyak PR.

Jadi, Harapan atau Beban?

Universitas Danantara ibarat pedang bermata dua. Kalau serius, transparan, dan terbuka buat banyak kalangan, kampus ini bisa jadi mesin pencetak talenta global yang bikin Indonesia melesat.

Tapi kalau salah kelola, ya bisa-bisa cuma jadi proyek elitis yang jauh dari rakyat, sementara masalah pendidikan dasar dan ketimpangan akses masih numpuk. Kesannya malah cuman jadi proyek pencitraan semata. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB