Table Manner untuk Perempuan Tangguh: Kohati Walisongo Semarang Tanamkan Etika sebagai Karakter Pemimpin

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET., SEMARANG – Etika bukan sekadar teori di ruang kelas. Ia adalah karakter yang dibentuk, dilatih, dan dipraktikkan dalam setiap tindakan.

Hal inilah yang tercermin dalam sesi Table Manner dalam Latihan Khusus Kohati (LKK) yang digelar oleh Koordinator Komisariat (Koorkom) Kohati HMI Walisongo Semarang pada Juni 2025 lalu.

Mengenal Kohati dan Peran Strategisnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KOHATI (Korps HMI-Wati) merupakan lembaga semi otonom Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berdiri sejak 17 September 1966.

Tujuannya adalah membina dan mengembangkan potensi kader perempuan HMI, khususnya dalam memperjuangkan peran strategis perempuan Islam di masyarakat, dengan nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai fondasi.

Salah satu materi penting dalam LKK kali ini adalah table manner atau etika dalam jamuan resmi.

Materi ini disampaikan oleh Alfianida Rahmahwati, S.I.Kom., M.Si., pakar komunikasi dan branding, yang juga merupakan Staf Ahli DPR RI dan Direktur Utama PT. NUFO PLASMA.

Baca Juga :  Kebutuhan Tinggi, Jateng Dorong Unwahas Cetak Dokter Berkualitas

Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis, tetapi juga dilibatkan dalam praktik langsung melalui simulasi dan roleplay untuk memperkuat pemahaman mereka.

Peserta diajarkan mulai dari tata letak alat makan, sikap duduk yang sopan, hingga cara berinteraksi dalam suasana formal.

Menurut Alfianida, etika dalam ruang makan bukan hanya soal sendok dan garpu, tetapi merupakan simbol kepercayaan diri, kelas, dan kesiapan perempuan untuk hadir di ruang strategis seperti dunia kerja, diplomasi, dan organisasi.

Ia menekankan, “Sering kali seseorang diukur bukan dari apa yang diucapkan, tetapi dari bagaimana ia bersikap.”

Nadia Muslimatul Ummah, sebagai moderator sekaligus “Ibu Suku” LKK Koorkom Walisongo, menyebut sesi ini sangat membangun refleksi mendalam.

Ia menilai bahwa table manner menjadi cerminan nilai-nilai keperempuanan yang elegan, cerdas, dan berkarakter—bukan sekadar pengetahuan teknis.

Etika sebagai Pondasi Karakter Sosial

Etika tidak hanya sebatas sopan santun, melainkan landasan moral dan sosial dalam membentuk hubungan antarpersonal yang sehat.

Baca Juga :  Mau Kuliah STAN? Baca Dulu Syarat dan Jadwalnya, Cek di Sini!

Dalam kehidupan profesional, ia menjadi komunikasi non-verbal yang menunjukkan penghormatan dan kedewasaan sikap.

Dalam konteks organisasi, terutama di Kohati, penguatan etika menjadi bagian dari proses kaderisasi holistik—menyentuh aspek intelektual, emosional, spiritual, hingga praktikal.

Sesi table manner dalam LKK Koorkom Walisongo Semarang menjadi contoh nyata bahwa kaderisasi perempuan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Peserta diajak untuk menyadari bahwa elegansi, kepercayaan diri, dan kepekaan sosial adalah kunci menjadi perempuan muslimah yang siap tampil di ruang-ruang publik dengan karakter kuat dan adab Islami.

Melalui forum ini, diharapkan para kader Kohati tidak hanya dikenal dari ide dan perjuangannya, tapi juga dari keteladanan dan keanggunan dalam sikap sehari-hari. (Red)

Penulis: Nadia Muslimatul Ummah, mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Brawijaya; Aktif sebagai Kabid Internal Kohati FISIP Universitas Brawijaya

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB