Petronas Bakal PHK 5.000 Karyawan: ya, Allah!

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Petronas (pinterest)

Logo Petronas (pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG — Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Malaysia dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar sebanyak 10% karyawannya.

Hal ini sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan secara besar-besaran.

Mengutip artikel CNBC, Petronas saat ini memiliki karyawan sebanyak 50.000 orang. Artinya, dengan melakukan PHK sebanyak 10%, akan ada sebanyak 5.000 orang yang terkena PHK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan PHK ini disampaikan langsung oleh CEO Petronas, Tengku Muhammad Taufik, dalam konferensi pers, belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi “rightsizing” untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri energi global yang semakin menantang.

Baca Juga :  Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok

“Ini adalah bagian dari restrukturisasi organisasi yang perlu dilakukan agar perusahaan tetap adaptif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika pasar energi global yang terus berubah,” ujar Tengku Taufik, seperti dilansir CNBC, Selasa (10/6/2025).

Dikonfrimasi akan hal itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa sebagian besar yang akan terkena PHK merupakan karyawan kontrak.

“Ini sebagian besar melibatkan posisi kontrak,” kata Anwar Ibrahim.

Selain PHK, Petronas juga mengumumkan pembekuan perekrutan karyawan baru hingga akhir 2026, kecuali untuk posisi-posisi krusial yang akan dievaluasi secara khusus.

Baca Juga :  Hungaria vs Uni Eropa: Orban Lawan Tekanan Brussels Demi Kedaulatan Nasional

Proses pemberitahuan kepada karyawan terdampak akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini.

Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tekanan keuangan yang dihadapi Petronas akibat penurunan harga minyak global.

Laba bersih perusahaan tercatat turun lebih dari 30% pada 2024, setelah sebelumnya juga mengalami penurunan sebesar 21% pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Tengku Muhammad Taufik membantah bahwa Petronas akan sepenuhnya keluar dari pasar Kanada.

“Kanada adalah bagian penting dari ambisi kami untuk mempertahankan posisi strategis di sektor gas alam cair LNG global,” tegasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB