Pengalaman Mengajar di Program BIPA: Menjadi Pengajar dan Pembelajar

- Penulis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, BANDUNG — Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang di Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang ditujukan untuk pembelajar asing, khususnya dari Jepang.

Saya merasa sangat beruntung karena diberi kesempatan untuk terlibat sebagai salah satu pengajar dalam program ini. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen menyenangkan bagi saya.

Saya mendapat tugas untuk mengajar seorang peserta bernama Momo-san, pembelajar asal Jepang yang sangat antusias mempelajari bahasa Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika pertama kali hendak menghubungi Momo-san melalui email, saya merasa khawatir takut jika tulisan email saya terdengar terlalu formal atau terlalu santai.

Kekhawatiran itu bertambah karena saya belum terlalu percaya diri dengan kemampuan bahasa Jepang saya.

Saya takut akan terjadi kesalahpahaman atau kendala komunikasi. Namun, semua kecemasan itu hilang ketika Momo-san membalas email dengan ramah dan hangat.

Kami kemudian lanjut berkomunikasi melalui WhatsApp dan berhasil menyusun jadwal kelas dengan cepat dan lancar.

Kesan pertama yang baik dari Momo-san membuat saya semakin semangat dan termotivasi untuk mempersiapkan pembelajaran sebaik mungkin.

Pengalaman Mengajar

Pada hari pertama pertemuan, saya masih merasa gugup. Namun begitu kelas dimulai, suasana terasa lebih rileks dari yang saya bayangkan.

Baca Juga :  Uniknya Perayaan “Tahun Baru Lama” di Rusia

Momo-san menunjukkan sikap yang sangat sopan, bersahabat, dan penuh antusias. Karena usia kami tidak terlalu jauh berbeda, interaksi kami mengalir dengan alami, layaknya dua teman yang sedang berbagi cerita.

Kami memulai pertemuan dengan perkenalan diri dan berbagi cerita ringan seputar budaya masing-masing.

Momo-san tampak sangat tertarik dengan Indonesia dan mengajukan banyak pertanyaan yang menarik.

Ia penasaran tentang makanan khas, tempat-tempat di Indonesi, serta suasana kehidupan di Indonesia secara umum.

Pada pertemuan selanjutnya, kami membahas topik seperti hobi dan aktivitas sehari-hari. Saya mencoba mengenalkan beberapa kegiatan khas Indonesia seperti makan bersama di atas daun, memancing, mendaki gunung dan lain-lain.

Momo-san terlihat sangat antusias dan banyak bertanya, terutama saat saya menunjukkan foto makan bersama di atas daun, karena kegiatan tersebut tidak ada di Jepang.

Suasana belajar terasa sangat menyenangkan. Kami kerap tertawa bersama, entah karena kesalahan pelafalan, ungkapan yang terdengar unik, atau saat kami berbagi cerita lucu dari keseharian masing-masing.

Proses belajar pun terasa lebih hidup, penuh dengan interaksi dua arah yang aktif.

Wisata Keliling Bandung

Baca Juga :  Fenomena Clipper Content: Potongan Video Pendek yang Kini Menguasai Media Sosial

Menjelang akhir program, saya turut serta dalam kegiatan penutupan berupa pembuatan video perkenalan tempat-tempat wisata di Bandung.

Bersama teman-teman pengajar lainnya, kami berkeliling ke beberapa lokasi menarik seperti Gedung Sate, Jalan Braga, dan Masjid Al-Jabbar.

Kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan karena kami harus bekerja sama, membagi peran, dan menuangkan ide-ide kreatif agar video kami menarik.

Melalui proyek ini, saya belajar pentingnya kolaborasi, komunikasi tim, dan kemampuan menyampaikan informasi secara menarik kepada penutur asing.

Setelah mengikuti program ini, saya belajar bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk membangun pemahaman dan menghargai perbedaan.

Melalui interaksi dengan Momo-san, saya merasa tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar banyak hal tentang Jepang, cara berpikir orang lain, dan pentingnya empati dalam komunikasi.

Saya merasa sangat bersyukur telah diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari program BIPA ini.

Selain menambah pengalaman mengajar, program ini juga memperluas wawasan saya tentang dunia internasional dan pentingnya pertukaran budaya.

Semoga di masa depan saya bisa kembali terlibat dalam program serupa, bertemu dengan pembelajar dari berbagai negara, dan belajar banyak hal. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 21 kali dibaca

1 Komentar

  • Kakk aku dari jurusan PBSI Unnes, saya tertarik mengenai BIPA, menurut kakak apakah hal yang bisa saya lakukan untuk mulai memperdalam informasi dan kemampuan saya agar bisa percaya diri untuk menjadi pengajar BIPA, terimakasihh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB