“Bersih-bersih” Birokrasi ala Bongbong Marcos Filipina

- Penulis

Jumat, 30 Mei 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong memerintahkan para pimpinan perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengundurkan diri secara sukarela.

Melansir Reuters, seruan itu disampaikan kantor Marcos pada Kamis (20/5/2025), beberapa hari setelah ia juga meminta semua menteri dan kepala lembaga pemerintah untuk mengundurkan diri.

“Sebagaimana disampaikan melalui memorandum dari Sekretaris Eksekutif tertanggal 21 Mei 2025, dan sejalan dengan niat Presiden yang telah diumumkan untuk mengkalibrasi ulang dan menyelaraskan kebijakan serta prioritas pemerintahannya dengan harapan rakyat, Komisi Tata Kelola dengan ini mengarahkan semua ketua non ex-officio, CEO, dan semua direktur/wali amanat/anggota dewan pengurus yang diangkat di BUMN untuk segera menyerahkan surat pengunduran diri secara sukarela kepada Presiden melalui Kantor Sekretaris Eksekutif,” demikian bunyi pemberitahuan dari Komisi Tata Kelola, dikutip dari Rappler pada Rabu (28/5/2025).

Semua ketua non ex-officio dan CEO diminta untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai bentuk penghormatan kepada presiden melalui Kantor Sekretaris Eksekutif.

Sementara itu, para direktur, wali amanat, dan anggota dewan pengurus yang diangkat diminta untuk menyerahkan surat pengunduran diri mereka kepada Komisi Tata Kelola.

Seluruh pengunduran diri tersebut akan diputuskan oleh Kantor Presiden.

Perintah baru ini muncul setelah Marcos berjanji untuk merombak pemerintahannya, yang konon dimaksudkan agar lebih “selaras” dengan keinginan publik.

Langkah ini diambil setelah kekalahan telak yang dialami pemerintahan dan koalisi penguasanya dalam pemilu Mei 2025.

Baca Juga :  Akankah Iran Mundur dari Piala Dunia 2026?

Pada Kamis (22/5/2025), Bongbong juga merombak gila-gilaan kabinetnya dengan memecat 30 menteri.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan istana kepresidenan, Bongbong menyatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyelaraskan kembali pemerintah dengan harapan rakyat.

Bongbong pun meminta puluhan menteri itu untuk mundur secara sukarela.

“Sudah saatnya menyelaraskan kembali pemerintah dengan harapan rakyat,” kata Bongbong, seperti dikutip GMA News.

“Ini bukan urusan seperti biasa. Masyarakat telah bersuara, dan mereka mengharapkan hasil, bukan politik, bukan alasan. Kami mendengarnya dan kami akan bertindak,” tambahnya.

Menurut Kantor Komunikasi Presiden (PCO), langkah ini menandai “transisi yang jelas” dari fase awal pemerintahan ke pendekatan yang lebih terfokus dan berorientasi pada kinerja. (Red)

Sumber: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB