Sering Begadang Jadi Tanda Awal Gangguan Mental, Benarkah?

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Apakah kalian pernah melihat orang yang mengalami gangguan mental disekitar tempat tinggal kalian?

Yups, kebanyakan orang berpandangan negatif terhadap Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tapi tahukah kamu bahwa saat ini banyak anak muda yang mengalami gangguan mental?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional Indonesia 2022, sekitar 34,9% remaja menderita masalah mental.

Dari jumlah tersebut, 2,45 juta individu menderita gangguan mental. Ironisnya, hanya 2,6% dari mereka yang mencari akses ke layanan konseling, baik emosional maupun perilaku.

Penyebab Gangguan Jiwa

Salah satu faktor yang menyebabkan orang terkena ganguan mental adalah penyakit hati dan pikiran, serta perilaku orang disekitarnya.

Apa sih yang dirasakan orang gangguan mental? Berdasarkan pengalaman gue, generasi Z yang sukanya serba instan berpotensi lebih tinggi untuk mengalami gangguan mental.

Meningkatnya kasus “Cyber Bullying” yang disebabkan oleh penggunaan media sosial secara berlebihan, menjadi salah satu alasan seseorang mudah terkena gangguan mental.

Hal pertama yang akan dialami oleh orang gangguan mental adalah insomnia atau gejala susah tidur, dulu gejala awal yang gue alami adalah susah tidur sampe gue nggak tidur semalaman.

Baca Juga :  Presiden, Kata "Bajingan", dan Marwah Kepemimpinan

Kebiasaan Gen-Z yang suka begadang, menyebabkan kesulitan mengenali gejala awal insomnia.

Ada kondisi yang harus kalian waspadai salah satunya sulit memulai tidur, kesulitan tetap tidur, dan bangun lebih awal dan tidak bisa tidur kembali.

Nah, jika merasakan hal tersebut segera konsultasikan dengan dokter spesialis jiwa.

Gejala susah tidur biasanya terjadi karena ada trauma di masa lalu—peristiwa yang tidak bisa kita maafkan atau ada sesuatu yang belum bisa kita terima membuat perasaan kita menjadi gelisah, takut, insecure, cemas, dan lain sebagainya.

Seorang psikolog Analisa Widyaningrum mengatakan, memaafkan bukan berarti kita itu bisa melupakan apa yang telah terjadi dan memilih untuk bisa menerima apa adanya yang pernah terjadi dari pada terpaku dengan apa yang seharusnya terjadi.

“Memaafkan adalah sikap kita memilih dari pada kita berpikir seharusnya bagaimana lebih baik kita menerima itu sebagai sesuatu yang harus terjadi apa adanya, memaafkan dan menerima mendekatkan kita pada apa yang ingin dicapai”

“if you can make it easy why make it difficult”

Memaafkan itu adalah sesuatu hal yang mudah tetapi yang sulit adalah melupakan apa yang telah terjadi, bisa jadi hal yang mempersulit hidup kita adalah diri kita sendiri.

Baca Juga :  Sukses Digelar, Pementasan "Topeng Wayang Limbah Kertas" Padukan Pesan Ekologis dan Semangat Inklusi di Taman Budaya Sukoharjo

Orang bijak berkata “you can choose” dimana hidup adalah sebuah pilihan. Maka keberanian untuk memilih adalah kunci untuk menulis takdir kita sendiri.

Menyembuhkan gangguan mental membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, melibatkan berbagai kegiatan yang dapat mendukung kesehatan mental dan emosional seseorang.

Proses Pemulihan

Dibawah ini adalah beberapa kegiatan yang gue lakukan selama proses pemulihan:
1. Aktivitas fisik, dengan melakukan olahraga teratur. Hormon kortisol yang dihasilkan dari aktivitas fisik mampu mengurangi stres seseorang.

Latihan pernafasan dan relaksasi, teknik ini bermanfaat untuk meredakan stres dan menenangkan pikiran.

2. Latihan meditasi dan mindfulness. Dengan melakukan meditasi setiap hari diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan ketenangan, sehingga lebih mampu mengelola emosi.

3. Konsultasi dan dukungan medik. Jika kalian mengalami kasus yang cukup berat seperti depresi berat, bipolar, atau skizofrenia.

Segera konsultasikan kondisi kalian ke dokter spesialis jiwa untuk mendapatkan bantuan medis. Self love itu penting untuk menjaga kewarasan. Salam sehat jiwa! (Red)

Penulis: Hilda Putri Ramizah

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB