Mengkritik Demul yang Lama-lama Makin Lebay: Dari Soal Study Tour, Kini Tegur Danramil Hanya Gegara Pakai Rompi Merk Eiger

- Penulis

Senin, 31 Maret 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/ pinterest

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/ pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG – Nama Dedi Mulyadi tentunya sudah tak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat. Karena popularitasnya, Pilgub 2024 menempatkan Dedi Mulyani sebagai Gubernur Jawa Barat 2025-2030.

Gelagat dan sikap politik pemilik sapaan singkat ‘Demul’ itu tergolong populis. Ya, harus diakui gagasan dan kebijakan yang dikeluarkan memang terkesan membela kepentingan rakyat.

Fenomena itu tercermin dari konten-kontennya yang acapkali viral di sosial media, dan tentunya membuat sosok Demul menjadi pesohor papan atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari konten yang dipublish oleh timnya, Demul dibranding sebagai pemimpin yang sukses membangun Purwakarta. Mulai dari karir sebagai anggota DPRD, hingga Bupati Purwakarta.

‘Dewi Fortuna’ pun terlihat pro atas gagasan dan kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan.

Dari jejak digital, branding sebagai sosok yang sederhana, humanis dan dicintai rakyat melekat padanya. Dan karir politik terbaik diraih saat Pilgub Jawa Barat 2024 lalu.

Usai Sukses Menjadi Gubernur

Berhasil memenangi pemilu, Dedi Mulyadi yang berpasangan dengan Erwan Setiawan meraih dukungan 14 juta suara. Demul benar-benar “Jawara” Jawa Barat.

Belum lama dilantik, sosok yang dulu moncer dengan sapaan ‘Kang Dedi’ kemudian memecat Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Depok, Siti Faizah.

“Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi,” kata Dedi setelah dilantik di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Hal yang sama juga dialami Kepala SMA Negeri 1 Cianjur yang juga dicopot lantaran nekat memberangkatkan study tour sekolahnya ke Bromo dan lanjut ke Bali.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada Nanti

Beritanya pun viral seantero Nusantara. Konten sosial media milik Demul pun langsung diserbu warganet, dan tentunya banyak mendapat follow baru dan juga like. Medsosnya, termasuk kanal YouTube miliknya banjir simpati dan dukungan.

Demikian pula dengan media cetak maupun online, yang tak menunggu lama langsung merilis kabar-kabar terkini dari pesohor baru Jawa Barat tersebut.

Tak hanya sampai di situ. Sepak terjang Demul juga makin mendapat simpati dari masyarakat. Gelaran “wisuda” sekolah juga dilarangnya.

Momen Dedi Mulyadi menegur Komandan Koramil saat mengecek program Eiger Camp di Bandung. (Dokumentasi Kemenhut RI/ Tribunnews.com) 

Soroti Wisata Kawasan Puncak

Terbaru, Demul makin viral lewat kebijakannya; membongkar wahana wisata yang dikelola BUMD Provinsi Jawa Barat, PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita): Hibisc Fantasy.

Dikutip dari Tempo (7/3/2025), upaya Demul membongkar Hibisc Fantasy Puncak lantaran ia menerima info bahwa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hanya sekitar 4.800 meter persegi. Namun, di lapangan pembangunan kawasan wisata itu mencapai 15.000 meter persegi.

Tempat wisata itu juga hanya mengantongi izin untuk 14 bangunan, sedangkan saat ini ada 25 bangunan yang belum mengantongi izin.

Selain Hibisc Fantasy, Dedi juga menyegel Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas dan Eiger Adventure Land.

Dan yang paling baru lagi, Demul makin viral dan viral lagi, atas aksi prihatinnya terhadap proyek Eiger Camp yang berlokasi di kaki Tangkuban Perahu.

Saking prihatinnya, saat berkunjung ke proyek Eiger Camp di lahan kebun teh milik PTPN di wilayah Bandung Barat, ia menegur Danramil yang mengenakan rompi hitam merek Eiger.

Baca Juga :  Lama-lama Kebijakan KDM Memang Cenderung Ugal-ugalan, Muhammadiyah Protes Soal Kuota Sekolah

“Iya pak, itu Eiger,” kata Dedi sambil menunjuk rompi yang dikenakan Danramil, seperti ditulis Tribunnews.com, Minggu (30/3/2025).

Dalam suasana yang sedikit mencengangkan, Dedi bertanya, “Jadi gimana ini pak? Bapak di sini jaga?”

Danramil kemudian menjelaskan bahwa ia hanya memantau proyek tersebut karena viral di media sosial.

Kesimpulan

Sejatinya tidak ada yang salah dengan langkah Demul. Sebagai pemimpin, sudah seharusnya ianmelakukan penataan dan menertibkan apapun yang dinilainya melanggar aturan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan atas dasar like dan dislike. Narasi ini juga bukan didesain sebagai upaya anti kebijakan yang dikeluarkan petinggi Jawa Barat.

Justru, tulisan ini murni disusun atas dasar kritik yang lebih elegan dan bijak atas problematik yang kebetulan terjadi di Jawa Barat.

Pelarangan studi tour dan beragam bentuk “perhelatan” dalam dunia pendidikan tentu tak sedikit pula yang menjadi korban. Ada efek domino yang seharusnya tak boleh luput perhatian.

Pembongkaran wahana wisata dan lainnya juga di satu sisi sangat baik untuk masyarakat. Apalagi berkenaan dengan dampak bencana, termasuk banjir yang belum lama menerjang sebagian wilayah Jawa Barat dan berimbas ke Jakarta.

Namun perlu dicermati, kebijakan Demul juga berimbas pada sekelompok masyarakat lainnya. Inipun tak kalah penting untuk diperhatikan.

Dan yang lebih penting lagi, langkah yang dilakukan harusnya tertuju pada substasi persoalan. Bukan kemudian seorang gubernur, hingga menyoroti persoalan sangat teknis; mempersoalkan rompi bermerek Eiger. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB