Finlandia Negara Paling Bahagia 2025, Indonesia Diurutan Berapa?

- Penulis

Senin, 24 Maret 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut.

Para ahli menyebut mudahnya akses untuk menikmati alam dan sistem kesejahteraan yang mumpuni disebut sebagai faktor utama di balik tren ini.

Finlandia mengungguli tiga negara Nordik lainnya dalam Laporan Kebahagiaan Dunia 2025 yang disponsori PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Amerika Latin, Kosta Rika dan Meksiko berhasil masuk 10 besar untuk pertama kalinya.

Beberapa Negara Turun Peringkat

Inggris dan Amerika Serikat mengalami penurunan peringkat, masing-masing ke posisi 23 dan 24 (posisi terendah sepanjang sejarah untuk AS).

Adapun Indonesia berada di posisi 83 atau turun tiga peringkat dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Ini Dia Profil Jansen, Pesepakbola Asal Belanda yang Ngece Banget Sama Indonesia: Bilang Negara Miskin dan Tak Punya Prestasi

Pertanyaan yang lebih besar adalah: apa hakikat dari kebahagiaan itu sendiri? Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih bahagia?

Perasaan bahagia sebetulnya dapat dijelaskan melalui sains. Tubuh kita membutuhkan keseimbangan empat hormon penting: dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin.

Semua orang pasti pernah berhadapan dengan tantangan kesehatan mental.

Akan tetapi, sebenarnya ada langkah-langkah sederhana untuk menyeimbangkan kondisi kimia tubuh dan meningkatkan ketentraman.

Owen O’Kane, psikoterapis dan penulis buku Addicted to Anxiety, mengurangi stres adalah yang paling utama.

Dia menyebut kesibukan masa kini membuat orang-orang cenderung tidak bahagia.

“Selama bertahun-tahun, yang menjadi perbincangan adalah melakukan lebih banyak hal—budaya kerja dengan produktivitas yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Info Menarik Nih Guys, Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025

“Padahal sudah ada banyak bukti tentang manfaat dari melakukan lebih sedikit serta mempraktikkan meditasi dan kesadaran penuh [mindfulness].

O’Kane menekankan budaya “selalu aktif” memicu generasi yang cemas dan kecanduan akan proses kecemasan.

“Bagi kebanyakan orang, kecanduan…datang dengan rangsangan dan janji untuk ditenangkan, atau pelarian,” imbuhnya.

“Kecemasan datang dengan janji untuk membuatmu aman.”

Dia menjelaskan bahwa orang-orang terjebak dalam pemikiran berlebihan dan perilaku yang menyertainya.

Mereka merasa bahwa, tanpa proses kecemasan, sesuatu yang salah akan terjadi dan “hidup dengan tingkat kekhawatiran yang terus bertambah” adalah hal yang normal. (Red/ sumber: bbc.com)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB