Pentingnya Kedewasaan dalam Berdemokrasi

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dian Jati Sasongko, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Dian Jati Sasongko, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

SUARAMUDA, SEMARANG — Pada 21 dan 22 Mei 2019, Jakarta menjadi saksi kerusuhan pascapengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Massa yang tidak puas dengan hasil pemilu menggelar aksi protes di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan, terutama di kawasan Sarinah, Tanah Abang, dan Petamburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusuhan ini mengakibatkan setidaknya delapan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Selain itu, lebih dari 400 orang ditangkap terkait insiden tersebut.

Peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 menjadi cerminan betapa rapuhnya kedewasaan berdemokrasi di Indonesia.

Baca Juga :  Shumo AG Rilis Cover Lagu Joji — Glimpse Of Us, Bakat Muda yang Tak Terbendung
Ilustrasi demokrasi/ pinteresr

Pemilu seharusnya menjadi ajang perayaan demokrasi di mana perbedaan pilihan dihormati dan hasilnya diterima dengan lapang dada.

Namun, kenyataan menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap hasil pemilu dapat memicu tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak.

Kebebasan berekspresi dan berpendapat memang dijamin oleh konstitusi. Namun, kebebasan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab dan kesadaran akan batasan-batasan yang ada.

Mengungkapkan ketidakpuasan melalui aksi damai adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi ketika aksi tersebut berubah menjadi kerusuhan, maka esensi dari demokrasi itu sendiri tercoreng.

Kita musti harus belajar kembali, esensi demokrasi sebagaimana Kepala Badan Bela Negara FKPPI adalah adanya keseimbangan.

Baca Juga :  Kenduri: Tradisi Leluhur yang Sarat Akan Nilai Sosial dan Keagamaan

Di satu sisi, demokrasi menjamin ketersediaan ruang bagi setiap warga negara untuk berekspresi dan mengartikulasikan hak-hak politiknya tanpa represi dan intimidasi.

Baik dari aparatur negara maupun dari elemen-elemen kekerasan dalam masyarakat.

Di sisi lain, eskpresi demokrasi juga tidak boleh dilakukan dengan cara-cara tidak bertanggungjawab, yang justru mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

Semisal dilakukan dengan cara anarkis, atau dengan menyebarkan hoax yang dapat memantik konflik dan memecah belah bangsa.

Penulis: Dian Jati Sasongko, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB