Demo 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran Pecah! Ada di Jakarta, Bogor Hingga Semarang!

- Penulis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Aksi Semarang Menggugat di halaman Gubernur Jateng, Kamis (30/1/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Suasana Aksi Semarang Menggugat di halaman Gubernur Jateng, Kamis (30/1/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

SUARAMUDA, SEMARANG — Mahasiswa BEM Banten Raya menggelar aksi demonstrasi 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, 30 Januari 2025.

Dalam aksinya mahasiswa menuntut evaluasi program makan bergizi gratis, hentikan deforestasi, reformasi agraria dan pengungkapan kasus HAM berat. (Tempo, 31/1/2025).

Dengan isu yang sama, ratusan mahasiswa dari beberapa kampus di Bogor juga menggelar aksi demo di Jalan Jenderal Sudirman terkait 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran. (Radar Bogor, 30/1/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi demontrasi dilakukan di sekitar Istana Bogor tepatnya di depan Starbucks Kota Bogor pada Kamis (30/1/2025).

Demo di Semarang

Sementara di Semarang, massa “Semarang Menggugat” juga menggelar aksi di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jalan Pahlawan, Semarang.

Mereka mengkritik sejumlah kebijakan dalam 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Melansir hasil pantauan detikJateng, aksi massa “Semarang Menggugat” itu tiba di halaman Kantor Gubernur Jateng sekira pukul 18.30 WIB. Tampak para mahasiswa yang mengenakan pakaian hitam itu tiba membentangkan sejumlah poster.

Baca Juga :  PAC IPNU-IPPNU Polokarto Bikin Gebrakan, Gelar Makesta untuk Kuatkan Regenerasi

Beberapa poster itu bertuliskan ‘Tolak PPN 12 persen Prabowo omon-omon’, ‘makan siang gratis tapi malah makin krisis’, ‘climate justice’, hingga ‘100 hari 101 evaluasi’.

Koordinator lapangan aksi malam itu, Aufa Atha Ariq mengatakan, aksi Semarang Menggugat diikuti para mahasiswa dan massa kamisan.

Aksi itu mengevaluasi kinerja 100 hari kepemimpinan Prabowo-Gibran dari berbagai sisi mulai dari ekonomi, lingkungan, hingga penegakan hukum.

“Banyak kementerian mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat dan malah cenderung berpotensi menindas rakyat,” kata Aufa di halaman Kantor Gubernur Jateng, Kamis (30/1/2025).

Ia menilai, beberapa kebijakan seperti program makan bergizi gratis, izin konsensi tambang terhadap perguruan tinggi, militerisasi dalam Kabinet Merah Putih, hingga PPN 12 persen, harus dikaji dan dievaluasi keberjalanannya.

“Anggaran makan bergizi gratis itu diambil dari anggaran pendidikan salah satunya. Kita tidak serta-merta menuntut makan bergizi gratis dihapus, tapi kita menuntut evaluasi apakah benar-benar berdampak dan merata untuk seluruh masyarakat,” jelasnya.

Selain menuntut transparansi pendanaan makan bergizi gratis yang berpotensi memberatkan beban negara, massa pun menuntut pemerintah tegas dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Mulai dari kasus pagar laut di Tangerang, hingga penembakan Gamma di Semarang.

Baca Juga :  Tanggul Raksasa Pantura: Prabowo Bentuk “Super Team” Jaga Laut Jawa!

“Pun terkait dengan konsensi tambang bagi perguruan tinggi yang kemudian perlu diperhatikan. Apakah hari ini memang perguruan tinggi pantas dan layak untuk kemudian diberikan konsensi tambang,” tegasnya.

“Kemudian kita lihat hari ini belum ada penjelasan apakah PPN 12 persen untuk barang mewah saja atau justru menyeluruh,” sambungnya.

Mereka juga turut menuntut adanya reformasi Polri. Sebab, mereka menilai masih banyak yang harus dibenahi dalam internal aparat penegak hukum.

“Kami menuntut Prabowo-Gibran harus menepati janji-janjinya juga memperhatikan kebijakan hari ini yang justru mencoreng hakikat dari esensi kesejahteraan Indonesia,” pungkasnya.

Massa yang senantiasa turun ke jalan meski gerimis mengguyur Kota Semarang itu saling menyampaikan orasi-orasi soal perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mengutip detik.com, mereka juga sempat membakar sampah dan melempar besek berisi bunga ke halaman Kantor Gubernur Jateng. Aksi baru selesai sekitar pukul 20.00 WIB. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 24 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB