Puisi: #Ibu Langitan

- Penulis

Senin, 23 Desember 2024 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aulia Alvi Laila Camali Camalica

Foto: Aulia Alvi Laila Camali Camalica

SUARAMUDA, SEMARANG – Oleh pengarangnya, puisi dalam rangka merenungkan perjuangan ibu. Dan tentunya, selaras dengan peringatan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember. (Red)

#Ibu Langitan

Sebagai anak yang telah menjadi ibu
Kini ku semakin tau
Bahwa seseorang yang paling bahagia dari sekedar anak mampu meniru apa yang diajarkan bu guru adalah seorang ibu
Dan yang paling sedih atas sekedar tersandung batu juga hati seorang ibu
Meski luka kita tak takseberapa
Bahkan mungkin tidak ada
Alias hanya kaget saja
Tangisan pula segera reda oleh cilukba
Namun bagi ibu sesalnya menghujam kalbu
Lebam membiru lalu ungu
Menyalahkan siapa yang meletakkan batu disitu
Bahkan justru menyalahkan diri sendiri
Karena kecolongan dalam mengawasi
Padahal murni ceroboh kami

Allahu Rabbiiiii
Kenapa baru belakangan ini
Setelah posisi ibu kami alami sendiri
Baru menyadari hal-hal sekecil ini
Tak mampu membayangkan selama ini,
Sekuat apa ibu melindungi
Sesabar apa Ibu memaafkam kami
Merawat kami dengan popok kain yang dikucek sendiri
Tanpa mesin cuci
Tanpa alat canggih masa kini
Tanpa gofood sana sini
Tanpa menuntut healing atau sekedar pergi ngopi

Maka jika saat ini kita sehebat pejabat
Segenius diplomat
Segagah aparat
Melancong kesana kemari dengan cepat
Diundang kemana-mana dengan penuh hormat
Semua karena sosok ibu yang hebat

Kalau bukan ibu, siapa yang akan memohonkan ampun untukku
Sambil mengambilkan bintang dari langit ketujuh
Sedangkan aku masih berpolos lugu
Melakukan kesalahan tanpa mau ditegur seru

Baca Juga :  Di Jakarta, Kampung MH Thamrin Jadi Destinasi Favorit Wisatawan di Setu Babakan

Kalau bukan doa ibu, siapa yang akan mengetukkan pintu langit untukku
Aku diluar kehujanan
Sedangkan terlalu pendek untuk meraih gagang sendirian

Kini, selagi masih ada kesempatan
Yang meskipun telat kebangetan
Mari memperbanyak umpan
Semampunya mengirimkan syukuran
Atau meskipun sekedar sapaan

Agar tidak semakin jauh dari pandangan
Kemudian jiwa kita luput dari ingatan
Padahal fisik sudah jelas berjauhan
Semoga dalam relung hatinya posisi kita terselipkan
Sehingga dalam doanya nama kita turut tersebutkan
Saat itulah waktu kita menengadahkan tangan
Dan tinggal sungguh-sungguh mengaminkan
Kunci sukses jalur langitan

Selamat Hari Ibu

*) Karya: Aulia Alvi Laila Camali Camalica, penikmat sastra asal Jombang. Kini menempuh pendidikan lanjut di Beijing Foreign Studies University, RRT.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB