Keren Bro! Mahasiswa PGMI UMRI Beri Pemahaman Bahaya Korupsi pada Siswa MA Plus Keterampilan Hasanah Pekanbaru

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi foto bersama mahasiswa PGMI UMRI usai sosialisasi anti-korupsi di MA Plus Keterampilan Khasanah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru/ dok istimewa

Sesi foto bersama mahasiswa PGMI UMRI usai sosialisasi anti-korupsi di MA Plus Keterampilan Khasanah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru/ dok istimewa

SUARAMUDA, PEKANBARU — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengadakan kegiatan sosialisasi anti-korupsi di MA Plus Keterampilan Khasanah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Mengusung tema “Korupsi dalam Bentuk Suap-Menyuap di Indonesia” sosialisasi yang digelar pada Selasa, 28 November 2024 lalu itu dihadiri puluhan peserta siswa pilihan MA Plus Keterampilan Khasanah.

Ketua tim sosialisasi Satrio Sahbana mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya korupsi sejak usia dini demi menciptakan masa depan siswa yang lebih cerah tanpa korupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, mahasiswa sebagai agen perubahan, tentunya sudah sepantasnya melakukan sosialisasi ini. Dan, setidaknya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya korupsi sejak usia dini demi menciptakan masa depan siswa yang lebih cerah tanpa korupsi, “ujar Satrio, seperti ditulis dalam rilis yang disampaikan kepada suaramuda.net, Senin (16/12/2024) kemarin.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah berbasis proyek yang dibimbing oleh Ilham Hudi sebagai dosen mata kuliah Pancasila.

Baca Juga :  Keren! Dosen UPN Veteran Jawa Timur Ajak Warga Karang Langit Bertani Hidroponik dari Limbah Sekam

Dalam teknisnya, tim sosialisasi dari mahasiswa PGMI UMRI menugaskan Ketua Tim Satrio Sahbana dan anggota Meiyuri Vinriani untuk memaparkan materi sosialisasi.

“Salah satu bentuk korupsi yang paling umum terjadi adalah suap-menyuap, di mana seseorang memberikan sesuatu, baik berupa uang, barang, atau jasa, kepada pihak lain dengan tujuan memengaruhi keputusan atau tindakan pihak tersebut demi keuntungan pribadi atau kelompok, “terang Meiyuri Vinriani, dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, Meiyuri juga menyampaikan pemahaman tentang tindakan suap, serta kaitannya dengan korupsi. Secara rinci dan sistematis, ia juga menyampaikan dampak negatif suap serta dampak-dampak yang dihasilkan.

Sesi foto bersama mahasiswa PGMI UMRI usai sosialisasi anti-korupsi di MA Plus Keterampilan Khasanah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru/ dok istimewa

“Suap-menyuap menciptakan lingkungan bisnis yang tidak sehat. Perusahaan yang mengandalkan suap untuk memenangkan proyek sering kali tidak kompeten, sehingga hasilnya tidak memadai, “imbuhnya.

Sementara itu, Satrio Sahbana dalam pemaparannya lebih menekankan upaya pemberantasan kasus suap yang terjadi di Indonesia. Secara komprehensif, ia mencontohnya kasus-kasus suap dari hal-hal terkecil di tingkatan pelajar.

Satrio juga mengaskan pentingnya edukasi sejak dini dalam upaya pemberantasan penyakit bangsa ini. Seperti disebutkan, edukasi kepada siswa penting sebagai tindakan preventif agar siswa mengerti bahayanya tindak korupsi.

Baca Juga :  KKN Kelompok 66 UMBY Bongkar Bahaya Judi Online & Pinjol, Warga Pajimatan & Payaman Utara Auto Melek Digital!

Di akhir materinya, ia menyimpulkan bahwa kasus suap-menyuap adalah bentuk korupsi yang merusak berbagai aspek kehidupan masyarakat. Lebih lanjut, Satrio menyebut dampaknya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Oleh karena itu, pemberantasan praktik suap harus menjadi prioritas bersama, baik oleh pemerintah, lembaga penegak hukum, maupun masyarakat. Dengan langkah yang konsisten, budaya suap dapat diberantas, menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berintegritas, “tandas Satrio mengakhiri materinya.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi ini dihadiri Kepala MA Plus Keterampilan Khasanah, Sri Rezeki, S.Pd. M.Pd., beserta beberapa dewan guru di lingkungan madrasah tersebut.

Adapun, tim sosialisasi yang diketuai Satrio Sahbana beranggotakan Fajrul Hakim, Hanifah Hafsoh, Meiyuri Vinriani, Saras Ainurrochimah, Tri Yollanda , Nazwa Felinda Berutu, Tati Yalina Andiyah, Intan Cahya Iskandar serta Eza Fira Dahrani. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB