Taj Yasin Maimoen Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP, Dinilai Cocok Pimpin Transformasi Partai

- Penulis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, SUARAMUDA
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersiap menggelar Muktamar pada tahun 2025, yang diharapkan menjadi momentum besar bagi transformasi partai berlambang Kakbah ini.

Salah satu nama yang ramai diperbincangkan untuk menjadi calon Ketua Umum PPP adalah Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih sekaligus putra ulama karismatik KH. Maimoen Zubair.

Sekretaris DPC PPP Temanggung, Syarif Yahya, menyebutkan bahwa kriteria calon pemimpin PPP harus memahami aspek struktural dan kultural partai, sekaligus mampu mendongkrak elektabilitas partai di masa depan. Menurutnya, Taj Yasin Maimoen memenuhi semua kriteria tersebut.

“Sosok Taj Yasin Maimoen saya kira pas untuk memimpin PPP ke depan. Apalagi beliau muda dan berpengalaman dalam memimpin,” ujar Syarif Yahya kepada wartawan, Jumat (13/12).

Syarif berharap Muktamar 2025 dapat melahirkan pemimpin muda yang mampu membawa PPP menjadi partai Islam yang lebih modern. Selain itu, ia menyoroti perlunya strategi baru untuk menarik perhatian generasi muda, seperti milenial dan Gen Z.

“PPP harus menjadi partai yang relevan dan kekinian. Kita butuh pemimpin yang bisa merancang strategi cerdas, membangun fondasi partai, serta menyiapkan Bacaleg sedari dini untuk kebangkitan pada 2029,” tegasnya.

Syarif juga mengungkapkan tiga masalah utama yang dihadapi PPP saat ini, yakni ketiadaan figur internal yang mumpuni, disharmoni antara petinggi partai dan ulama, serta kurangnya inovasi dalam cara berpolitik. Akibatnya, PPP sering dicap sebagai partai yang kurang menarik bagi generasi muda.

“Transformasi itu penting. Partai ini harus berubah agar bisa menghapus stigma sebagai partai orang tua,” imbuh Syarif.

PPP dan Harapan Kebangkitan di 2029
Plt Ketua Umum PPP, Mardiono, juga menegaskan pentingnya Muktamar untuk merumuskan strategi besar menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, Muktamar tidak hanya soal pemilihan ketua umum baru, tetapi juga membangun fondasi strategi politik jangka panjang.

“Muktamar nanti akan menentukan arah partai ke depan, termasuk bagaimana strategi menghadapi Pemilu 2029 agar PPP kembali lolos ke parlemen,” ujar Mardiono dalam Workshop Nasional PPP di Jakarta Utara, Rabu (11/12).

Mardiono menekankan bahwa PPP tetap menjunjung nilai demokrasi dalam menentukan arah partai, termasuk waktu pelaksanaan Muktamar yang diputuskan dalam Mukernas pada Kamis (12/12).

“Saya tidak pernah memiliki ambisi jabatan. Yang terpenting adalah membangun PPP agar terus relevan dan sukses ke depan,” katanya.

Dengan wacana nama Taj Yasin Maimoen yang masuk dalam bursa Ketua Umum, harapan besar kini bertumpu pada Muktamar 2025. Figur muda yang dinilai memahami tradisi Islam, sekaligus mampu membawa inovasi, diharapkan mampu menjadikan PPP sebagai partai Islam modern yang diminati oleh semua kalangan.

“PPP harus menjadi partai Islam yang lebih modern, cerdas, dan strategis sehingga mampu menarik perhatian milenial dan Gen Z,” pungkas Syarif Yahya.

Baca Juga :  Hari Ini! KPU Jateng Gelar Rapat Pleno Terbuka Tetapkan Gubernur dan Wagub Terpilih
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB