Muktamar Ilmu Pengetahuan Ke-2 NU: Menggagas Kembali Peran NU sebagai Civil Society

- Penulis

Jumat, 6 Desember 2024 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta, SUARAMUDA
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah akan menyelenggarakan Muktamar Ilmu Pengetahuan Ke-2 pada 7-8 Desember 2024 di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Dengan tema “Merefleksikan Kembali Peran NU sebagai Civil Society,” muktamar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan akademisi terkemuka yang akan membahas peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan.

Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan khutbah iftitah dari Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh, serta sambutan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin.

Tokoh penting lainnya seperti KH. Ahmad Fathur Rohman (Sekretaris PWNU Jawa Tengah), Drs. H. Mohamad Muzamil (Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah), dan para wakil menteri seperti KH. R. Muhammad Syafi’i (Wakil Menteri Agama RI) serta Sudaryono, B. Eng., M.M., MBA (Wakil Menteri Pertanian RI) turut hadir memberikan pandangan strategis.

Sejumlah tokoh intelektual juga menjadi narasumber dalam sesi plenary, antara lain:
H. Ulil Abshar Abdalla (PBNU), KH. M. Imam Azis (Majelis Musyawarah PP Bumi Cendekia), Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (GUSDURian), Savic Ali (Pimred NU Online), dan Hairus Salim (Yayasan LKiS).

Sesi roundtable akan membahas isu-isu kritis seperti:
1. “Swasembada Pangan dengan Pertanian Organik” (berkolaborasi dengan Universitas Wahid Hasyim),
2. “Strategi Pemberdayaan dan Pengabdian NU” (Institut Pesantren Mathali’ul Falah, Pati),
3. “Indonesia dalam Peta Geopolitik Terkini” (FISIP Universitas Jenderal Soedirman).

Tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam diskusi termasuk Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus (UNS), Dr. Laila Khalid Alfirdaus (FISIP UNDIP), Lien Ifhah Na’fatu Fina (University of Chicago), serta Lutfi Makhasin, Ph.D. (Lakpesdam NU Jateng).

Muktamar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU sebagai civil society yang berkomitmen pada kemandirian bangsa melalui penguatan ilmu pengetahuan, pemberdayaan sosial, dan kontribusi terhadap kebijakan publik.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Ancam Kenaikan UKT, Ketua HMPS PAI UIN Jakarta: Jangan Beratkan Mahasiswa!
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB