Ini Dia, Profil Kamala Harris! Digadang-gadang Jadi Presiden Perempuan Pertama Amerika Serikat

- Penulis

Selasa, 5 November 2024 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Lahir pada 1964, kisah hidup Kamala harris berawal di permukiman progresif di sekitar San Francisco, California. Ibunya, Shyamala Gopalan, adalah imigran asal India.

Lalu ayahnya, Donald Harris, dari Jamaica. Keduanya bertemu saat berkuliah di Berkeley. Berkeley saat itu adalah pusat kegiatan advokasi perdamaian dan HAM.

Harris mengaku masih ingat dibawa ke demo saat masih balita. Pada tahun 1970, kedua orang tua Harris bercerai. Sejak itu, Kamala dan adiknya, Maya, hidup bersama ibu mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka tinggal di atas tempat penitipan anak ‘Sheldon’s Daycare’, di apartemen sederhana dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi,” kata Carole Porter, teman masa kecil Kamala Harris.

“Kami ‘kelas kedua’ di Berkeley yang melakukan desegregasi rasial,” imbuhnya.

Harris berkuliah di Howard University yang mayoritas mahasiswanya kulit hitam. Sebelum menjadi pengacara, ia menjadi jaksa penuntut di California, sebelum maju sebagai calon jaksa agung San Francisco pada 2002.

Baca Juga :  Profil Wihaji Wasekjend PP GP Ansor yang Kini Menjabat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Andrea Dew Steele adalah aktivis yang membantu Harris menang. “Belum pernah ada jaksa agung perempuan (di California). Ia tidak diperhitungkan, tetapi sejak awal ia memiliki sesuatu yang sangat istimewa.”

Harris menang tipis dan semasa menjadi jaksa, memperpanjang masa tahanan bagi pelaku kekerasan, sambil mengalihkan warga yang pertama kali tertangkap atau terlibat kejahatan tanpa kekerasan ke sebuah program rehabilitasi.

Pada 2010, Harris terpilih sebagai jaksa agung California, dan antara lain aktif menggugat bank yang ditengarai terlibat praktek pinjaman menyesatkan, selain juga geng-geng kriminal.

Pada 2016, Harris terpilih ke Senat Amerika Serikat dan menjadi suara vokal dalam isu imigrasi, layanan kesehatan dan reformasi peradilan kriminal. Sepak terjangnya saat dengar pendapat membuatnya diakui dan dikenal di panggung nasional.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Donna Priadi, Orang Indonesia yang Diangkat Jadi Managing Director Kamar Dagang AS

Tapi pada pilpres 2020, ia kalah dalam pemilihan internal Partai Demokrat, meski akhirnya dipilih sebagai cawapres mendampingi Joe Biden.

Keduanya menang pilpres, dan Harris menjadi wapres pertama yang seorang perempuan dan dari etnis non-kulit putih.

Di awal pemerintahan Biden, Wapres Harris ditugasi mengamankan perbatasan selatan Amerika Serikat dan bernegosiasi dengan negara tetangga Amerika Serikat di Amerika Tengah. Ini membuatnya menjadi sasaran kritikan.

“Ia bertanggung jawab memimpin pengamanan perbatasan kita. Saya bahkan tidak tahu apakah ia pernah ke sana,” kata Kathy Willmont, pendukung Donald Trump.

Sebagai wapres, Harris sering mewakili Joe Biden dalam berbagai pertemuan dengan pemimpin dunia. Hanya beberapa bulan sebelum pilpres, Harris akhirnya menggantikan Biden yang mundur dari pencalonannya kembali. (Sumber: voa)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB