Begini Jadwal Paus Fransiskus: Mulai dari Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura

- Penulis

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Paus Fransiskus akan memulai kunjungan apostoliknya ke sejumlah negara di Asia Pasifik terutama Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi.

Mulai 3 September 2024, Paus Fransiskus akan menghabiskan 12 hari untuk mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Dilansir CNN, Jumat (30/8/2024), begini jadwal selengkapnya perjalanan panjang Paus Fransiskus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Indonesia (3-6 September)
Paus Fransiskus akan memulai perjalanannya di Jakarta. Dikabarkan, ia akan tiba di Indonesia pada Selasa (3/9/2024). Sehari setelah tiba, pemimpin umat Katolik itu akan bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/9/2024).

Di Indonesia, Paus juga dikabarkan akan mengunjungi Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Adapun tema utama dari kunjungan ke Jakarta adalah dialog antargama Islam-Kristen, di tengah kekhawatiran soal diskriminasi dan pelecehan terhadap kelompok agama minoritas yang meningkat di Indonesia.

Selanjutnya, Paus akan bertemu dengan perwakilan dari enam agama dan denominasi resmi Indonesia yakni umat Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu di Masjid Istiqlal pada Kamis (5/9/2024).

Lalu pada hari yang sama, Paus asal Argentina itu juga akan memimpin misa akbar yang dihadiri sekitar lebih dari 80 ribu umat Katolik di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Dikutip AFP, Fransiskus menjadi paus ketiga yang mengunjungi Indonesia setelah Paulus VI pada 1970 dan Yohanes Paulus II pada 1989.

Baca Juga :  Kades di Purworejo Berani Tolak Wacana Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kok Bisa?

2. Papua Nugini (6-9 September)
Paska lawatan dari Indonesia, Paus Fransiskus akan mengunjungi negara tetangga tepatnya di Ibu Kota Port Moresby. Mayoritas penduduk Papua Nugini beragama Kristen terutama Protestan dengan tetap menjunjung tinggi ritual adat lokal.

Negara bekas koloni Australia dengan sembilan juta penduduk ini terakhir dikunjungi oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1984 dan 1995.

Papua Nugini sering dilanda kekerasan suku dan terbaru terjadi pada Januari 2024 lalu menyusul kerusuhan berdarah imbas demonstrasi antipemerintah gegara upah rendah.

Paus Fransiskus diperkirakan akan fokus menyerukan perlindungan lingkungan saat berkunjung ke Papua Nugini menyusul tingkat penggungulan hutan yang tinggi di negara tersebut dan bencana alam sering terulang.

Selain di Port Moresby, Paus Fransiskus juga akan terbang selama sehari ke Vanimo, sebuah kota berpenduduk 10.000 jiwa di ujung barat laut Papua Nugini, tempat ia akan bertemu dengan para misionaris.

3. Timor Leste (9-11 September)
Setelah dari Papua Nugini, Paus Fransiskus akan mengunjungi Timor Leste. Ini akan menjadikan Fransiskus sebagai paus pertama yang berkunjung ke Timor Leste sejak negara itu menjadi negara merdeka dari Indonesia tahun 2002.

Setelah empat abad menjadi koloni Portugis, Timor Leste diduduki Indonesia selama 24 tahun dan baru memisahkan diri dan menjadi negara merdeka pada 2022.

Baca Juga :  Buntut 3 TNI Tewas di Lebanon, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan ke UNIFIL: Kamu Setuju?

Sekitar 97 persen dari 1,3 juta penduduk Timor Leste beragama Katolik. Karena itu, antusiasme warga Timor Leste atas kunjungan Paus Fransiskus sangat besar.

Namun, Timor Leste juga dilanda momok kasus pelecehan anak oleh pendeta Katolik. Kasus pelecehan ini memang turut menyita perhatian lantaran banyak terjadi di beberapa negara lainnya. Paus Fransiskus bahkan telah buka suara soal kasus pelecehan yang menyeret gereja Katolik.

Pada 2020, Vatikan memberikan sanksi kepada Uskup Carlos Belo, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki di bawah umur di Timor Timur selama 20 tahun.

4. Singapura (11-13 September)
Paus Fransiskus akan menutup rangkaian kunjungannya di Asia Tenggara dengan melawat sambil singgah selama 48 jam di Singapura.

Ini merupakan kunjungan pertama paus setelah tiga puluh delapan tahun lawatan terakhir Paus Yohanes Paulus II ke negara kota itu.

Dikenal sebagai pusat keuangan utama di Asia, Singapura adalah rumah bagi mayoritas komunitas Tionghoa dengan minoritas Melayu, India, dan Eurasia yang signifikan, dengan pemerintah memprioritaskan pembangunan kerukunan antar ras sejak kemerdekaan pada 1965.

Namun, negara ini sering dikritik oleh kelompok hak asasi manusia karena membatasi kebebasan berbicara, termasuk tidak mengizinkan protes tanpa izin.

Sekitar 19 persen penduduknya beragama Kristen. Agama besar lainnya termasuk Taoisme, Islam, dan Hinduisme. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB