SUARAMUDA – Belum lama ini, Tim PPK Ormawa LSiS FMIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta lewat Tim Pusaka Toga menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dengan memaanfaatkan minyak jelantah di Dukuh Kedaton, Bantul, Yogyakarta, Selasa (30/7/2024) lalu.
Dalam rilis yang disampaikan suaramuda.net, Kamis (8/8/2024), program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi itu bertujuan untuk memanfaatkan minyak jelantah hasil rumah tangga menjadi sebuah produk yang lebih memiliki manfaat. Oleh karenanya, Tim PPK Ormawa LSiS FMIPA UGM melaksanakan serangkaian program Pusaka Toga bersama dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Kedaton.
Mahasiswa selaku trainer, Rima dan Kimiko, menyampaikan bahwa lilin aromaterapi merupakan salah satu produk yang terbuat dari lilin dan minyak esensial yang memiliki wangi tertentu sebagai ciri khasnya. Keduanya, juga mendampingi praktik pembuatan lilin dari sumber minyak jelantah serta memanfaatkan tanaman toga sebagai pewanginya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terlihat antusiasme yang tinggi peserta yang terdiri atas ibu-ibu dari KWT. Hal itu juga ditunjukkan dari partisipasi mereka dalam pembuatan lilin yang terbuat dari minyak jelantah dan juga memanen tanaman toga berupa daun sereh. Masing-masing diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi diri dalam pembuatan lilin.
Adapun, proses pembuatan lilin diawali dengan memotong daun sereh yang sudah disediakan. Setelah itu, daun sereh yang telah diiris kemudian dimasukkan kedalam minyak jelantah yang telah dimasak sebelumnya. Cara itu dilakukan agar aroma khas minyak jelantah dapat diminimalisir dengan minyak atsiri yang dihasilkan dari daun sereh itu.
Tahap berikutnya, setelah tercium aroma daun sereh minyak daun sereh kemudian disaring dan ditambahkan serbuk asam stearat yang berfungsi untuk memadatkan minyak agar dapat menjadi lilin. Langkah selanjutnya, lilin cair yang telah dimasak tersebut kemudian ditempatkan di wadah hingga memadat.
Diajari strategi pemasaran

Program Pusaka Toga oleh mahasiswa PPK Ormawa LSiS FMIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta rupanya tak hanya memberikan materi pelatihan. Lebih dari itu, dalam upaya mendukung keberlanjutan usaha, para mahasiswa juga memberikan pengetahuan cara pengemasan hingga strategi pemasaran.
Para peserta dibekali juga cara penetapan harga jual yang kompetitif, serta upaya pemasaran produk yang baru saja dilatihkan itu, baik secara langsung maupun dengan memanfaatkan media sosial.
Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi merupakan langkah positif dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan keterampilan. Dengan bekal yang didapat dari pelatihan ini, para peserta diharapkan mengembangkan usaha lilin aromaterapi sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Red)













Komentar