MAX Messenger Kini Bisa Digunakan di Indonesia, Aplikasi Karya Rusia ini Saingi WhatsApp

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Mulai 10 Februari 2026, aplikasi pesan instan asal Rusia, MAX Messenger, resmi dapat digunakan oleh pengguna di Indonesia.

Informasi ini dikonfirmasi oleh surat kabar Gazeta.Id yang melaporkan bahwa platform digital besutan VK tersebut kini membuka akses pendaftaran bagi nomor telepon Indonesia dengan kode +62.

Kehadiran MAX di tanah air membuka alternatif baru bagi pengguna yang mencari aplikasi pesan instan berbasis keamanan dan kedaulatan data.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MAX adalah platform digital yang dikembangkan oleh VK dengan dukungan penuh Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia serta perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Rostec.

Aplikasi ini tersedia lintas platform, dapat diakses melalui iOS, Android, Windows, macOS, dan versi web.

Sejak November 2025, MAX Messenger hanya tersedia bagi penduduk negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang meliputi Rusia, Belarusia, Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, Moldova, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Baca Juga :  Perayaan 23 Februari Bagi Rakyat Rusia, Mengapa Penting?

Untuk menggunakan aplikasi di luar wilayah tersebut, pengguna wajib memiliki nomor telepon dari salah satu negara terdaftar. Kini Indonesia menjadi salah satu negara di luar CIS yang dapat mengakses layanan ini.

Soal keamanan, pengembang MAX membantah tegas tuduhan kebocoran data yang sempat beredar. Mereka menjamin seluruh informasi pengguna disimpan di pusat data yang berlokasi di Rusia dan tidak dikirim ke luar negeri.

Sebagai bentuk komitmen, MAX juga meluncurkan program Bug Bounty dengan hadiah hingga 5 juta rubel atau setara Rp900 juta bagi siapa pun yang menemukan kerentanan kritis dalam sistem mereka.

MAX Messenger lahir di tengah situasi di mana sejumlah platform global seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan YouTube tidak lagi dapat diakses secara bebas di Rusia.

Pemerintah Rusia memblokir layanan-layanan tersebut dengan alasan keamanan nasional, perlindungan data warga negara, serta ketidakpatuhan terhadap regulasi lokal yang mengharuskan data pengguna Rusia disimpan di dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menuju kedaulatan digital.

Baca Juga :  Catatan Penting Haji: Kekacauan Musdalifah, Mina, dan Jamarat yang Tak Bisa Dimaklumi

Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pengembangan MAX Messenger. Ia menegaskan bahwa penciptaan platform komunikasi nasional ini merupakan langkah tepat yang memungkinkan Rusia mencapai kedaulatan digital penuh.

“Kini Rusia termasuk dalam lingkaran sempit negara-negara dengan status kedaulatan digital, bersama dengan Amerika Serikat dan China,” ujar Putin sebagaimana dikutip dari fontanka.ru.

Dengan masuknya MAX ke Indonesia, pengguna kini memiliki opsi baru untuk berkomunikasi lintas negara dengan jaminan keamanan data.

Meskipun masih ada keterbatasan teknis seperti unduhan Android yang belum tersedia, kehadiran platform ini menandai babak baru kerja sama digital Indonesia-Rusia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
Berita ini 37 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB