Serem! BEM UI Terpilih Diteror: WA Diretas, Paket Kain Kafan Datang Bertubi-tubi

Ilustrasi teror Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih. (Gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Drama panas usai Pemilihan Raya (Pemira) UI 2025 ternyata belum selesai. Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, jadi korban teror yang makin lama makin absurd.

Mereka menerima teror ancaman mulai dari peretasan WhatsApp sampai kiriman paket COD misterius berisi topeng, gunting taman, bahkan… kain kafan.

Peretasan WhatsApp, Teror Mulai Berdatangan

Athof — sapaan Yatalathof — mengaku teror dimulai kurang dari 24 jam setelah ia dinyatakan menang. WhatsApp-nya dicoba diretas, meski gagal. Yang berhasil justru akun WhatsApp milik kakaknya.

“WA kakak aku diretas. Terus dari situ ada pesan teror masuk ke grup keluarga. Isinya foto-foto buat nyuruh aku mundur, lengkap sama ancaman pembunuhan,” cerita Athof di UI Depok, Sabtu (17/1/2026).

Paket COD Aneh: Topeng, Gunting Taman, Kursi Roda

Teror tak berhenti di digital. Rumah Athof dan Fathimah mendadak jadi “target pengiriman” paket COD dengan barang-barang nyeleneh dan bikin merinding.

Athof menerima tiga paket berisi topeng dengan tagihan ratusan ribu hingga Rp1,8 juta. Sementara Fathimah menerima kiriman gunting taman dan kursi roda.

Lebih ngeri lagi, beberapa mahasiswa vokal lainnya juga dapat paket COD berupa kain kafan, senjata tajam, hingga keris.

Peretasan Menyasar Orang Tua Mahasiswa

Fathimah juga mengalami nasib serupa. WhatsApp ayahnya diretas dan pelaku mengirim pesan langsung ke Fathimah.

“Pesannya kayak, ‘Lo mending mundur’ sampai ‘Lo akan gue eksekusi’. Bahkan dikirim juga ke grup keluarga dan grup RT,” ungkap mahasiswa Fakultas Kedokteran UI itu.

Awalnya, akun sang ayah mengirim foto Fathimah dan Athof dengan tulisan “klaim tidak berdasar”, lalu pesan ancaman pun menyusul.

Baik Athof maupun Fathimah mengaku tidak tahu siapa pelakunya. Mereka menegaskan hubungan mereka dengan pihak-pihak terkait Pemira selama ini baik-baik saja.

Kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kampus. “Kampus bilang akan bantu menangani masalah ini,” kata Fathimah. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like