Indonesia Resmi Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Arti Besar dan Tugas yang Bakal Dijalankan

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET., SEMARANG — Indonesia kembali mencatat sejarah di panggung dunia. Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk masa jabatan satu tahun ke depan.

Penunjukan ini bukan sekadar formalitas. Indonesia menjadi calon tunggal dari kelompok Asia Pasifik—wilayah yang kebetulan memegang giliran rotasi kepemimpinan tahun ini. Dengan begitu, posisi pucuk pimpinan Dewan HAM otomatis jatuh ke Indonesia.

Yang bakal memegang kendali langsung adalah Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, yang kini secara resmi menjadi wajah Indonesia sekaligus Ketua Dewan HAM PBB. Mandat itu diberikan pada 8 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Dewan HAM PBB?

Bagi yang belum familiar, Dewan HAM PBB adalah badan antar-pemerintah beranggotakan 47 negara yang fokus pada isu-isu hak asasi manusia global. Lembaga ini menggantikan Komisi HAM PBB dan punya tugas besar: memperkuat promosi, perlindungan, dan penegakan HAM di seluruh dunia.

Baca Juga :  Puisi: Astaghfirullahaladzim

Dari menangani kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negara tertentu, memberikan rekomendasi, hingga merespons keadaan darurat HAM — semua berada dalam lingkup kerja lembaga ini.

Salah satu fitur paling penting yang dijalankan Dewan HAM adalah Universal Periodic Review (UPR). Ini adalah mekanisme evaluasi berkala terhadap catatan HAM 193 negara anggota PBB, dilakukan setiap empat tahun. Lewat UPR, setiap negara harus melaporkan langkah-langkah perbaikan, tantangan, hingga komitmen mereka terhadap standar HAM internasional.

Peran Besar Dewan HAM: Dari Pemantauan hingga Investigasi

Dewan HAM memiliki kewenangan menunjuk Prosedur Khusus, yakni para ahli independen yang bertugas memantau masalah HAM di wilayah tertentu atau pada tema khusus seperti kebebasan berpendapat, penyiksaan, atau diskriminasi.

Selain itu, Dewan HAM juga dapat membentuk komisi penyelidikan dan misi pencarian fakta. Tim-tim ini berperan mengumpulkan data dan bukti atas dugaan pelanggaran berat seperti kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca Juga :  Luar Biasa, Hasil Karya Santri SMK Darul Amanah Sukorejo Kendal Tampil Pada Acara MUFFEST 2024

Lalu, Apa Tugas Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM?

Sebagai Presiden, Indonesia tidak sekadar duduk di kursi kehormatan. Ada banyak tugas strategis yang harus dijalankan, di antaranya:

  • Memimpin rapat-rapat Dewan HAM PBB
  • Mengusulkan kandidat ahli dalam Prosedur Khusus
  • Menunjuk para pakar untuk misi investigasi internasional
  • Merespons komunikasi dari negara-negara anggota
  • Membangun kepercayaan dan kredibilitas Dewan lewat diplomasi aktif
  • Menjaga agar proses dan diskusi berlangsung netral, konstruktif, dan saling menghormati

Jabatan ini hanya berlangsung satu tahun, tetapi bobot tanggung jawabnya sangat besar. Indonesia kini berada pada posisi strategis untuk mendorong dialog, meredakan ketegangan, dan memperkuat standar HAM global melalui pendekatan diplomasi yang inklusif.

Dengan mandat ini, Indonesia bukan hanya memimpin sidang—tetapi juga berperan sebagai penjaga arah dan integritas lembaga HAM tertinggi di dunia.

(RED)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB