SUARAMUDA.NET., SEMARANG — Indonesia kembali mencatat sejarah di panggung dunia. Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk masa jabatan satu tahun ke depan.
Penunjukan ini bukan sekadar formalitas. Indonesia menjadi calon tunggal dari kelompok Asia Pasifik—wilayah yang kebetulan memegang giliran rotasi kepemimpinan tahun ini. Dengan begitu, posisi pucuk pimpinan Dewan HAM otomatis jatuh ke Indonesia.
Yang bakal memegang kendali langsung adalah Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, yang kini secara resmi menjadi wajah Indonesia sekaligus Ketua Dewan HAM PBB. Mandat itu diberikan pada 8 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM.
Apa Itu Dewan HAM PBB?
Bagi yang belum familiar, Dewan HAM PBB adalah badan antar-pemerintah beranggotakan 47 negara yang fokus pada isu-isu hak asasi manusia global. Lembaga ini menggantikan Komisi HAM PBB dan punya tugas besar: memperkuat promosi, perlindungan, dan penegakan HAM di seluruh dunia.
Dari menangani kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negara tertentu, memberikan rekomendasi, hingga merespons keadaan darurat HAM — semua berada dalam lingkup kerja lembaga ini.
Salah satu fitur paling penting yang dijalankan Dewan HAM adalah Universal Periodic Review (UPR). Ini adalah mekanisme evaluasi berkala terhadap catatan HAM 193 negara anggota PBB, dilakukan setiap empat tahun. Lewat UPR, setiap negara harus melaporkan langkah-langkah perbaikan, tantangan, hingga komitmen mereka terhadap standar HAM internasional.
Peran Besar Dewan HAM: Dari Pemantauan hingga Investigasi
Dewan HAM memiliki kewenangan menunjuk Prosedur Khusus, yakni para ahli independen yang bertugas memantau masalah HAM di wilayah tertentu atau pada tema khusus seperti kebebasan berpendapat, penyiksaan, atau diskriminasi.
Selain itu, Dewan HAM juga dapat membentuk komisi penyelidikan dan misi pencarian fakta. Tim-tim ini berperan mengumpulkan data dan bukti atas dugaan pelanggaran berat seperti kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.
Lalu, Apa Tugas Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM?
Sebagai Presiden, Indonesia tidak sekadar duduk di kursi kehormatan. Ada banyak tugas strategis yang harus dijalankan, di antaranya:
Jabatan ini hanya berlangsung satu tahun, tetapi bobot tanggung jawabnya sangat besar. Indonesia kini berada pada posisi strategis untuk mendorong dialog, meredakan ketegangan, dan memperkuat standar HAM global melalui pendekatan diplomasi yang inklusif.
Dengan mandat ini, Indonesia bukan hanya memimpin sidang—tetapi juga berperan sebagai penjaga arah dan integritas lembaga HAM tertinggi di dunia.
(RED)