Pemuda Lintas Iman Rayakan Perbedaan dalam Dialog “Beda Tapi Mesra” di GKJ Grogol Sukoharjo

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Sekitar tiga puluh pemuda dari berbagai latar belakang agama dan organisasi kepemudaan berkumpul di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Grogol Sukoharjo untuk mengikuti kegiatan bertajuk “Dialog Pemuda Beda Tapi Mesra”, sebuah ruang perjumpaan lintas iman yang sarat makna.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Aksi Nyata Orang Muda Lintas Iman dalam program Gerak Dampak Academy yang diinisiasi oleh Lembaga Kajian Lintas Kultural (LKLK) dengan dukungan Indika Foundation – Impact Collaboration 2025.

Suasana hangat dan penuh semangat tampak sejak awal kegiatan. Para peserta duduk melingkar tanpa sekat, berdialog dengan terbuka tentang pengalaman hidup bersama perbedaan, sekaligus menggali nilai-nilai kemanusiaan yang menyatukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini menjadi ruang aman bagi anak muda untuk belajar menghargai, mendengarkan, dan memahami keberagaman secara lebih mendalam.

Dalam sambutannya, Pdt. Sophia Bernadetta Evanti, selaku Gembala GKJ Grogol Sukoharjo sekaligus narasumber utama, menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini menjadi sangat penting di tengah situasi sosial yang kerap diwarnai polarisasi.

Baca Juga :  Musim Durian Telah Tiba! Ini Kandungan Buah Durian yang Perlu Kamu Ketahui

“Perdamaian tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari keberanian untuk saling memahami. Ketika anak muda mau duduk bersama tanpa prasangka, di situlah benih toleransi tumbuh,” ujar Pdt. Sophia Minggu (26/10).

Ia juga mengapresiasi semangat peserta yang datang dari berbagai komunitas, termasuk perwakilan mahasiswa, santri, aktivis sosial, dan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, gereja perlu menjadi rumah perjumpaan, bukan hanya bagi umatnya, tetapi juga bagi sesama manusia tanpa memandang latar belakang agama.

Sementara itu, Deana Sari, Ketua GMNI Cabang Surakarta yang turut menjadi narasumber, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penjaga harmoni sosial.

“Anak muda hari ini harus berani menjadi jembatan, bukan tembok. Dialog lintas iman seperti ini membuktikan bahwa keberagaman bukan penghalang, tapi kekayaan yang harus dirawat bersama,” tegas Deana.

Dalam sesi diskusi interaktif, para peserta berbagi pandangan tentang makna perdamaian di era digital, isu toleransi di lingkungan sekitar, hingga tantangan membangun empati di tengah arus informasi yang cepat dan sering kali memecah belah.

Baca Juga :  Tetap Semangat! Drama Musikal 'Lagu Cinta Sang Pecinta Ken Arok-Ken Dedes' Benar-benar Memukau, Dinanti Perform Selanjutnya!

Sejumlah peserta juga menampilkan refleksi kreatif melalui puisi dan musik akustik bertema keberagaman yang menambah kehangatan suasana.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia di halaman GKJ Grogol Sukoharjo. Wajah-wajah ceria dan senyum hangat dalam momen tersebut menjadi simbol nyata bahwa perbedaan dapat dirayakan dengan penuh cinta, bukan dicurigai.

Program Gerak Dampak Academy sendiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran dan aksi kolaboratif yang melibatkan pemuda lintas iman, difabel, dan komunitas lokal di Kabupaten Sukoharjo.

Program ini berfokus pada isu toleransi beragama, kesetaraan akses, kesehatan mental, dan lingkungan sehat dengan tujuan membentuk agen perdamaian muda yang berdaya dan berdampak.

Melalui “Dialog Pemuda Beda Tapi Mesra”, para peserta membuktikan bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat.

Dari GKJ Grogol Sukoharjo, semangat perdamaian muda pun bergema: berbeda boleh, tapi tetap mesra dan bersaudara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB