Ahmad Muzakki dan Krisis Legitimasi PMII

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TULUNGAGUNG — Di sebuah rumah besar bernama PMII, ada banyak pintu yang dulu selalu terbuka. Angin intelektual masuk leluasa, para kader saling bertemu, bercakap, dan membangun mimpi.

Rumah itu berdiri di atas fondasi yang disebut visi dan misi. Fondasi yang sederhana: tempat belajar, tempat berproses, tempat menumbuhkan manusia merdeka.

Namun belakangan, rumah itu tampak sunyi. Pintu-pintu sering tertutup, ruang pertemuan kosong, meja belajar berdebu. Pemilik kunci, Ahmad Muzakki, lebih sibuk berjalan ke luar pagar, bertamu ke rumah-rumah tetangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjalin relasi, tetapi lupa mengajarkan cara membuka kunci bagi penghuni di dalam rumahnya sendiri.

Kader yang menunggu di ruang tamu hanya bisa saling menatap. Mereka mendengar janji tentang “pembatalan pesta lama” dan “rencana pesta baru” yang katanya akan lebih baik.

Baca Juga :  Menjaga Amanah, Mengawal Masa Depan: Refleksi Pemilihan Kepala MTs Raudlatut Tholibin

Tapi, seperti kata Hannah Arendt, kekuasaan sejati lahir dari tindakan bersama. Bila pesta hanya diulang tanpa musyawarah, maka yang tersisa hanyalah dekorasi hampa.

Di balik itu, ada yang lebih mengkhawatirkan. Rumah ini, yang dulu berdiri karena idealisme, kini dipenuhi bayangan tirani kecil.

Kata Plato, pemimpin ideal adalah philosopher king—raja bijak yang mendengar, bukan yang berteriak. Namun di Tulungagung, suara yang terdengar justru keras, arogan, dan sewenang-wenang.

Kondisi ini menyerupai apa yang disebut Kierkegaard sebagai “keputusasaan etis”: ketika rumah besar terus berbicara tentang nilai, tetapi jendela dan pintunya tertutup rapat, tidak ada jalan bagi cahaya masuk.

Sementara Foucault mungkin akan menyebutnya “aturan tubuh”: kader diatur, tapi tidak pernah diajak berpikir.

Baca Juga :  Pak Presiden Prabowo pun Gak Mau Melewatkan Lebaran dengan Joget Velocity

Maka, apa arti rumah besar jika penghuninya kian merasa asing? Apa arti visi jika ia hanya menjadi slogan di dinding? Apa arti ketua jika ia hanya sibuk dengan dirinya?

Kritik ini bukan sekadar cermin buram untuk Ahmad Muzakki, tetapi juga refleksi bagi seluruh penghuni rumah bernama PMII.

Bila rumah ini ingin kembali hidup, kuncinya ada pada keberanian membuka pintu dialog, menghidupkan kembali meja belajar, dan menyalakan lampu musyawarah.

Sebab tanpa itu semua, rumah ini akan tetap berdiri—tetapi kosong. Dan sejarah akan mencatatnya sebagai rumah megah yang ditinggalkan penghuninya, bukan karena runtuh, melainkan karena dikuasai oleh arogansi. (Red)

Penulis: Ontoseno Ndugal Pergerakkan

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB