Keren! Mahasiswa KKN Unwahas Bikin Petani Desa Brangsong Jago Olah Limbah Jadi Pupuk Organik

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, KENDAL — Kalau biasanya air cucian beras langsung ngalir ke got, beda ceritanya di Desa Brangsong, Kendal. Mahasiswa KKN Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) justru ngajarin warga buat sulap air cucian beras dan kelapa jadi Pupuk Cair Organik (PCO) yang ramah lingkungan.

Acara yang digelar di Balai Desa Brangsong pada awal Agustus ini bikin heboh, soalnya para petani langsung diajak praktik bareng.

Dipandu dosen agribisnis Unwahas, Fijay Afif, S.P., mahasiswa KKN nunjukin step by step bikin PCO dari bahan simpel: air cucian beras, air kelapa, molase, M21, sampai urin kelinci. Yup, urin kelinci—unik tapi ternyata ampuh banget buat nyuburin tanah!

Kenapa harus pupuk organik? Karena tanah bisa rusak kalau terus-terusan kena pupuk kimia. Nah, PCO ini enggak cuma bikin tanaman makin sehat, tapi juga bantu kurangi limbah rumah tangga. Win-win banget, kan?

Antusiasme warga keliatan banget. Mereka nanya, “Kalau enggak ada urin kelinci, bisa diganti pakai apa?”

Jawabannya: bisa pakai urin sapi atau kambing, no problem! Soal air kelapa juga fleksibel, mau muda atau tua sama aja oke, asal jangan pakai air kelapa kemasan dari minimarket, ya.

Baca Juga :  Kampus Unram Bubarkan Nobar Film 'Pesta Babi', Ada Apa?

Kegiatan ini enggak sekadar teori, tapi langsung praktik. Warga jadi ngerti cara nyimpen dan ngolah PCO biar hasilnya maksimal. Dengan begitu, mereka bisa bikin sendiri di rumah tanpa ribet.

Harapannya, petani Brangsong makin mandiri dan enggak tergantung pupuk kimia. Seperti kata Pak Fijay, “Petani itu penyangga negeri, harus mandiri dan jaga kesuburan tanah.”

Mantap banget! Semoga inovasi ini bisa bikin pertanian kita makin hijau dan berkelanjutan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB