Kalpataru: Restoran Indonesia Pertama di St. Petersburg yang Jadi Jembatan Budaya Indonesia-Rusia

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, ST. PETERSBURG — Di jantung kota St. Petersburg, Rusia, kini hadir Kalpataru – restoran Indonesia pertama yang tidak hanya menyajikan kuliner nusantara, tetapi juga menghadirkan atmosfer lengkap dengan nuansa etnik Indonesia.

Dinamakan Kalpataru (dalam mitologi Hindu-Buddha berarti “pohon kehidupan”), restoran ini menjadi simbol harmoni antara dua budaya.

Suasana yang Membawa Pengunjung ke Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu memasuki Kalpataru, pengunjung disambut dengan interior khas Bali yang dipadukan dengan ornamen wayang kulit Jawa dan ukiran tradisional dari berbagai daerah Indonesia.

Para pelayan mengenakan batik (kain tradisional Indonesia dengan motif khas) sambil menyuguhkan hidangan dengan senyum khas keramahan Indonesia.

“Kami ingin orang Rusia merasakan langsung kehangatan Indonesia tanpa harus terbang ke sana,” ujar Arif Santoso, pendiri restoran ini.

Baca Juga :  Ternyata Orang Indonesia Demen Plesiran Ke Luar Negeri, Malaysia Jadi Negara Favorit

Kisah di Balik Berdirinya Kalpataru

Arif, lulusan St. Petersburg Industrial Technologies and Design University jurusan bisnis komunikasi dan pariwisata, memulai usaha ini dari kegelisahannya akan minimnya kuliner Indonesia di Rusia.

 

Dengan tabungan pribadi dan dukungan diaspora Indonesia, ia mewujudkan mimpinya pada 7 Juni 2025. Restoran ini bahkan diresmikan oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Atgas saat kunjungan kerjanya ke St. Petersburg.

Menu Autentik dengan Sentuhan Lokal

Kalpataru menawarkan hidangan klasik seperti Soto Ayam (sup ayam dengan bumbu kuning), Opor Ayam (ayam dalam kuah santan), dan Nasi Rendang (daging sapi berbumbu kaya rempah).

Untuk pencinta manis, tersedia Kue Serabi (panekuk santan), Onde-onde (bola wijen isi kacang hijau), dan Kue Lapis Talam (kue berlapis pandan-santan).

Baca Juga :  Islamofobia Meningkat, Mengapa Orang-orang di AS dan Barat Membenci Umat Muslim?

 

Uniknya, Arif berinovasi dengan bahan lokal Rusia, seperti Putu Ayu rasa stroberi (kukusan kelapa dengan stroberi segar). Minuman khas seperti Dawet Ayu (es campur santan dan gula aren) dan Kopi Pandan juga menjadi favorit.

Lebih dari Sekadar Restoran

Kalpataru juga menjadi pusat budaya dengan menyelenggarakan kelas bahasa Indonesia bagi warga Rusia.

“Mereka bisa belajar sambil menikmati makanan,” kata Arif. Lokasinya yang strategis di 43 Liteyny Ave. memudahkan akses transportasi umum.

Bagi Arif, Kalpataru bukan sekadar bisnis, tapi juga diplomasi budaya. “Restoran ini adalah pintu bagi orang Rusia untuk mengenal Indonesia lebih dalam,” tuturnya. (Amy)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik
Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Berita ini 42 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:28 WIB

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB