LBH BINA: Ikhtiar Membumikan Hukum dari Pengadilan Hingga Ruang Pendidikan

- Penulis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET., JAKARTA – Frasa “hukum adalah panglima” barangkali sudah terlalu sering dikutip dalam pidato-pidato resmi negara.

Tapi di lapangan, kalimat itu terasa seperti jargon kosong bagi sebagian besar rakyat kecil. Hukum sering kali tampil seperti menara gading: tinggi, jauh, dan tak terjangkau.

Pada Mei 2025, sekelompok pegiat hukum muda memutuskan untuk mengubah wajah hukum itu. Mereka mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Bentala Indra Nusantara (LBH BINA), sebuah wadah yang hadir dari keresahan atas timpangnya akses keadilan, terutama di kawasan padat dan kompleks seperti Jabodetabek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin hukum menjadi ruang yang bisa diakses semua orang, bukan hanya yang punya kuasa atau uang,” kata Ihsan Firmansyah, Direktur LBH BINA.

Di bawah kepemimpinannya, LBH BINA tidak hanya menjadi tempat konsultasi hukum gratis, tetapi juga pusat pembelajaran dan pemberdayaan hukum berbasis komunitas.

Dari Meja Hijau ke Halaman Pesantren

LBH BINA memang aktif mendampingi perkara perdata dan pidana di pengadilan, salah satunya di Pengadilan Negeri Cikarang.

Baca Juga :  Kolaborasi Fatayat NU Kota Semarang & Forpela Perkuat Ketangguhan Perempuan Hadapi Potensi Konflik Sosial

Tapi yang membedakan lembaga ini dari kebanyakan organisasi bantuan hukum lain adalah pendekatan mereka yang lintas ruang.

Dengan program BINA LAW Care, warga bisa mendapatkan pendampingan hukum gratis. Salah satu kasus yang ditangani adalah pendampingan terhadap korban yang tak tahu harus mengadu ke mana.

“Kami hadir di situasi ketika hukum terasa paling sunyi,” ujar Ihsan.

Tak hanya reaktif, LBH BINA juga aktif dalam pencegahan melalui pendidikan. Mereka membentuk PENA BINA, program literasi hukum berbasis komunitas yang menyasar kalangan muda.

Salah satu kegiatan edukatif mereka berlangsung pada 21 Juli 2025 di Pondok Pesantren Al Wafa, Setu, Bekasi. Di hadapan para santri, tim LBH BINA menjelaskan tentang perundungan, tawuran, kekerasan seksual, hingga bahaya narkotika.

Yayang Nanda Budiman, Kepala Divisi Literasi dan Edukasi LBH BINA, menegaskan pentingnya pendekatan yang membumi.

“Kami ingin mereka tak hanya tahu hukum, tapi juga berani berkata tidak pada ketidakadilan,” katanya.

LBH BINA juga membuka jalan bagi generasi baru pembela keadilan. Lewat PENPERMA BINA, mahasiswa dan lulusan baru diberi kesempatan terjun langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Budaya Nepotisme yang Mengakar: Siapa Untung?

Program ini menggabungkan teori hukum dengan realitas sosial di lapangan.

“Advokasi bukan sekadar soal menang di pengadilan,” ujar Ihsan. “Ini juga tentang membangun kesadaran kolektif, tentang keberanian untuk berpihak.”

Menjebol Sekat Hukum Elitis

Dalam waktu singkat, LBH BINA menerima berbagai permintaan pendampingan hukum, mulai dari konsultasi daring hingga advokasi lapangan.

Namun mereka tidak berhenti di sana. Melalui akun Instagram mereka di @lbhbentalaindra, publik bisa mengakses informasi hukum secara gratis dan langsung menjangkau tim hukum untuk konsultasi.

Di tengah sistem hukum yang sering kaku dan elitis, LBH BINA mengajukan satu premis sederhana bahwa hukum adalah milik bersama.

Ia harus bisa diakses, dipahami, dan dibela oleh siapa saja, terutama mereka yang selama ini tak terdengar. Di republik yang masih belajar menegakkan keadilan, lembaga seperti LBH BINA bukan hanya penting. Ia mutlak diperlukan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi
REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan
MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:58 WIB

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:16 WIB

REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:16 WIB

Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:39 WIB

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB