Tradisi Malam 1 Suro: Antara Spiritualitas dan Budaya Jawa

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Malam 1 Suro, yang jatuh pada malam pertama bulan Suro (Muharram dalam kalender Hijriah), merupakan momen yang sarat makna bagi masyarakat Jawa, khususnya yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Tradisi ini bukan sekadar perayaan pergantian tahun, melainkan lebih sebagai waktu untuk instrospeksi diri, penyucian batin, dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Dalam tradisi Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai malam keramat yang penuh kekuatan spiritual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak masyarakat yang melakukan berbagai ritual seperti tirakat, semedi, tapa bisu, mandi kembang, hingga ziarah ke makam leluhur.

Tujuan dari berbagai laku spiritual tersebut adalah untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, sekaligus meminta perlindungan serta keberkahan untuk tahun yang akan datang.

Baca Juga :  Kris Antoni Toge Production Kembali Soroti Birokrasi: Dari Pajak “Memento” hingga Ancaman Pindah Negara

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah “Tapa Bisu Mubeng Beteng” di Keraton Yogyakarta.

Dalam ritual ini, para peserta berjalan mengelilingi benteng Keraton sejauh sekitar 5 kilometer tanpa berbicara sepatah kata pun, tanpa alas kaki, dan dalam keheningan malam.

Tapa bisu dimaknai sebagai bentuk pengendalian diri, ketundukan kepada Tuhan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur.

Malam 1 Suro juga dipercaya sebagai waktu yang sakral, di mana batas antara alam nyata dan alam gaib menjadi lebih tipis.

Baca Juga :  Serem!! Ini 3 Alasan IRT Terbanyak Terlibat Pinjol

Oleh karena itu, banyak orang yang menghindari pesta atau hura-hura di malam tersebut.

Sebaliknya, mereka memilih menyepi, merenung, atau menggelar doa bersama di rumah atau tempat ibadah.

Meski tradisi ini kental dengan unsur kejawen, nilai-nilai spiritualnya tetap relevan dalam kehidupan modern.

Introspeksi, pengendalian diri, serta penghormatan kepada leluhur dan Sang Pencipta adalah warisan budaya yang dapat memperkuat jati diri dan kehidupan sosial masyarakat.

Malam 1 Suro bukan sekadar warisan budaya, tapi juga ajakan untuk kembali mengenal diri, menghormati masa lalu, dan melangkah lebih bijak ke masa depan. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan
MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:16 WIB

REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:16 WIB

Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:39 WIB

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:11 WIB

Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

Gerak Jalan MTs Muhammadiyah 20 Menongo Makin Solid Jelang HUT RI ke-81

Senin, 27 Jul 2026 - 22:27 WIB