Perang ‘Sego Berkat’ Jadi Tradisi Unik Warga Desa Bogotanjung Kabupaten Pati dalam Perayaan Sedekah Bumi

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV; Tradisi perang sego berkat di Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Foto: detikJateng)

POV; Tradisi perang sego berkat di Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Foto: detikJateng)

SUARAMUDA, PATI – Saling ‘serang’ sisa sego berkat menjadi momen langka dan unik, yang disuguhkan warga Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Tak lain, itu merupakan momen spesial yang digelar tiap setahun sekali, dalam rangka semarak sedekah bumi. Dan, cara itu dimaknai sebagai rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Mengutip detikJateng, perang sego berkat diikuti ratusan warga yang berkumpul di araa punden Mbah Rohmat. Mereka membawa nasi berkat ala nasi rames; yang lengkap dengan lauk mi, telur, tahu, dan tempe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menanti iring-iringan gunungan hasil panen dari rumah kepala desa menuju punden. Rombongan gunungan itu pun diikuti oleh rombongan barongan dan wayang kulit.

Mereka langsung masuk ke area dalam punden, untuk ritual pementasan wayang kulit. Karena sebagai “syarat”, pementasan dilakukan secara singkat.

Baca Juga :  Kue “Kontol Kejepit”: Dari Nama Nyeleneh Jadi Warisan Budaya, Cerita Manis dari Tanah Bantul

Doa Bersama dan Saling Lempar Nasi

Momen yang tak kalah penting adalah doa bersama, oleh tokoh masyarakat setempat. Sembari menanti rombongan perangkat desa yang keluar dari dalam punden, warga pun menggelar doa.

Hal yang dinanti-nanti, warga pun melempar nasi berkat ke arah perangkat desa yang keluar dari dalam punden.

Dikonfirmasi detikJateng, Kepala Desa Bogotanjung, Budiarto mengatakan tradisi perang nasi berkat sudah berjalan setiap tahunnya. Tradisi ini digelar dalam rangka sedekah bumi Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus.

“Tradisi ini mulai dahulu nenek moyang kita. Jadi kita meneruskan. Kalau sejarahnya tawuran nasi itu menandakan bahwa hasil panen kita telah berlebih,” jelas Budiarto ditemui di lokasi siang tadi.

“Jadi bumi merasakan juga. Akhirnya ditabur-tabur begitu. Jadi bukan kita saja merasakan hasil bumi, tapi bumi juga merasakan juga,” dia melanjutkan.

Baca Juga :  Kata Gubernur Luthfi, Buruh adalah Investasi

Tak Ada Warga yang Marah

Menurutnya, dalam aksi perang nasi berkat ini tidak ada warga yang marah. Kata dia, warga justru senang.

“Nggak ada yang marah. Dilempar kayak apa malah itu dianggap sebagai berkah. Kalau nggak kena malah nggak pernah itu kalau tradisi orang sini,” ungkap dia.

Budiarto mengatakan, acara sedekah bumi ini dimulai dengan kirab gunungan hasil bumi menuju punden desa setempat.

Warga membawa nasi berkat. Mereka bersama-sama berdoa dan ada pertunjukan wayang kulit.

“Wayang tadi secara singkat saja. Karena tampil soal sejarah biar panen melimpah,” jelasnya.

Puncaknya hiburan ketoprak sehari semalam di depan rumah kades. Dia berharap agar hasil panen tahun depan melimpah.

“Niat warga sedekah bumi diberikan panjang umur, kesehatan, yang petani bisa makmur, yang dagang untungnya banyak berkah begitu,” pungkas dia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran
Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB