SUARAMUDA, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang baru saja memperingati Hari Jadi Semarang ke-478, dengan semarak.
Antusias warga Kota Semarang menyaksikan event Semarang Night Carnival 2025 pun sangat tinggi. Meski rela berdesakan, masyarakat tetap “gayeng” mengikuti gelaran tersebut.
Parade yang semula dijadwalkan mulai berangkat dari titik 0 km Semarang pukul 19.00 WIB, molor hingga pukul 20.30 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, warga telah berhimpitan menanti rombongan kirab setahun sekali, yang menyedot animo masyarakar untuk menyaksikannya.
“Saya ke sini sama teman, dari jam 17.00 WIB langsung ke Jalan Pemuda, pengin lihat karena cuma setahun sekali. Saya tahun kemarin juga lihat, tapi tahun kemarin mulai lebih cepat,” kata salah satu penonton asal Kendal, Laili (21) seperti dikisahkan detikJateng di Jalan Pemuda, Minggu (4/5/2025).
Berburu Kuliner Gratis?
Hal senada dikatakan warga asal Banyumanik, Ratih (47). Ia bahkan telah tiba di Balai Kota Semarang sejak pukul 16.00 WIB demi bisa mendapat soto gratis.
“Tadi dari jam 16.00 WIB, tapi dapat sotonya, barusan habis maghrib, antrenya panjang banget. Tapi worth it (sepadan), soto bangkongnya enak,” jelasnya.

“Harapannya tahun depan ada lagi. Karena ini kan juga selain pesta rakyat bisa jadi upaya pelestarian budaya dan tradisi,” lanjutnya.
Semarang Night Carnival dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, dibuka dengan Tarian Rampak Harmoni Semarang yang memperlihatkan akulturasi budaya, etnis, dan agama di Kota Semarang.
Tampak rombongan Drum Corps Cenderawasih Akademi Kepolisian baru tiba sekitar pukul 20.37 WIB.
Dilanjutkan dengan penampil dari beberapa daerah lainnya, mulai dari Kabupaten Grobogan hingga Salatiga.
Tampak saat rombongan kirab tiba, barikade dimajukan sehingga membuat ricuh karena ada warga yang terjepit.
Masyarakat berdesakan ke barikade untuk memberikan jalan kepada rombongan kirab. Tak sedikit dari mereka yang tidak sadarkan diri.
“Karena masyarakat yang di belakang pada disuruh ke depan, tapi yang di depan kan sudah penuh, jadi yang depan nggak bisa geser,” kata salah satu mahasiswa asal Lampung, Indah (23).
Masukan untuk Even Semarang Night Carnival Tahun Depan
Ia mengatakan, perlu ada evaluasi besar-besaran untuk Semarang Night Carnival tahun ini.
Terlebih, karena kirab melewati tengah penonton, hanya penonton di tengah yang bisa menikmati penampilan dari masing-masing defile.
“Kalau emang rutenya kayak gini, mungkin bisa disteril dulu biar rombongan bisa lewat. Kalau kayak gini ricuh, nggak bisa menikmati,” tegasnya.
“Aslinya aku mau lihat semuanya, tapi karena tata letaknya kayak gini, aku jadi nggak bisa lihat semuanya. Cuma lihat yang di panggung aja nanti,” sambungnya.
Setelah penampilan Drum Corps Akpol, acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan kesenian dari Grobogan dan Salatiga, defile penjor, defile merak, defile anggrek, hingga defile cenderawasih.
Saat defile merak baru tampil dan sukses menyedot atensi masyarakat yang mulai kondusif, hujan lebat justru mengguyur Kota Semarang. Para peserta langsung bubar dan menuju Balai Kota Semarang.
“Ini harus jadi catatan untuk ke depannya agar lebih bersiap. Karena waktu hujan juga penontonnya awalnya bingung mau bagaimana,” kata salah satu penonton asal Semarang Barat, Tika (26).
Ia berharap, meski begitu, Semarang Night Carnival 2025 bisa digelar dengan konsep yang lebih baik lagi.
“Penampilannya bagus-bagus kok, sayang aja karena hujan jadinya nggak bisa nonton sampai rampung,” tuturnya. (Red/ detikJateng)













Komentar