Puncak Peringatan Hari Jadi Semarang ke-478 Sukses Digelar, Even Semarang Night Carnival 2025 Berlangsung Gayeng!

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: saat perayaan Semarang Night Carnival dalam rangka Hari Jadi Semarang ke-478, Minggu (4/5/2025)

POV: saat perayaan Semarang Night Carnival dalam rangka Hari Jadi Semarang ke-478, Minggu (4/5/2025)

SUARAMUDA, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang baru saja memperingati Hari Jadi Semarang ke-478, dengan semarak.

Antusias warga Kota Semarang menyaksikan event Semarang Night Carnival 2025 pun sangat tinggi. Meski rela berdesakan, masyarakat tetap “gayeng” mengikuti gelaran tersebut.

Parade yang semula dijadwalkan mulai berangkat dari titik 0 km Semarang pukul 19.00 WIB, molor hingga pukul 20.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, warga telah berhimpitan menanti rombongan kirab setahun sekali, yang menyedot animo masyarakar untuk menyaksikannya.

“Saya ke sini sama teman, dari jam 17.00 WIB langsung ke Jalan Pemuda, pengin lihat karena cuma setahun sekali. Saya tahun kemarin juga lihat, tapi tahun kemarin mulai lebih cepat,” kata salah satu penonton asal Kendal, Laili (21) seperti dikisahkan detikJateng di Jalan Pemuda, Minggu (4/5/2025).

Berburu Kuliner Gratis?

Hal senada dikatakan warga asal Banyumanik, Ratih (47). Ia bahkan telah tiba di Balai Kota Semarang sejak pukul 16.00 WIB demi bisa mendapat soto gratis.

“Tadi dari jam 16.00 WIB, tapi dapat sotonya, barusan habis maghrib, antrenya panjang banget. Tapi worth it (sepadan), soto bangkongnya enak,” jelasnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Fatoni Luncurkan Gerakan Mudik Gratis Serentak, 1.187 Pemudik Nikmati Perjalanan Aman dan Nyaman
POV: saat perayaan Semarang Night Carnival dalam rangka Hari Jadi Semarang ke-478, Minggu (4/5/2025)

“Harapannya tahun depan ada lagi. Karena ini kan juga selain pesta rakyat bisa jadi upaya pelestarian budaya dan tradisi,” lanjutnya.

Semarang Night Carnival dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, dibuka dengan Tarian Rampak Harmoni Semarang yang memperlihatkan akulturasi budaya, etnis, dan agama di Kota Semarang.

Tampak rombongan Drum Corps Cenderawasih Akademi Kepolisian baru tiba sekitar pukul 20.37 WIB.

Dilanjutkan dengan penampil dari beberapa daerah lainnya, mulai dari Kabupaten Grobogan hingga Salatiga.

Tampak saat rombongan kirab tiba, barikade dimajukan sehingga membuat ricuh karena ada warga yang terjepit.

Masyarakat berdesakan ke barikade untuk memberikan jalan kepada rombongan kirab. Tak sedikit dari mereka yang tidak sadarkan diri.

“Karena masyarakat yang di belakang pada disuruh ke depan, tapi yang di depan kan sudah penuh, jadi yang depan nggak bisa geser,” kata salah satu mahasiswa asal Lampung, Indah (23).

Masukan untuk Even Semarang Night Carnival Tahun Depan

Ia mengatakan, perlu ada evaluasi besar-besaran untuk Semarang Night Carnival tahun ini.

Terlebih, karena kirab melewati tengah penonton, hanya penonton di tengah yang bisa menikmati penampilan dari masing-masing defile.

“Kalau emang rutenya kayak gini, mungkin bisa disteril dulu biar rombongan bisa lewat. Kalau kayak gini ricuh, nggak bisa menikmati,” tegasnya.

Baca Juga :  The Internet is for the Empowerment of End Users

“Aslinya aku mau lihat semuanya, tapi karena tata letaknya kayak gini, aku jadi nggak bisa lihat semuanya. Cuma lihat yang di panggung aja nanti,” sambungnya.

Setelah penampilan Drum Corps Akpol, acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan kesenian dari Grobogan dan Salatiga, defile penjor, defile merak, defile anggrek, hingga defile cenderawasih.

Saat defile merak baru tampil dan sukses menyedot atensi masyarakat yang mulai kondusif, hujan lebat justru mengguyur Kota Semarang. Para peserta langsung bubar dan menuju Balai Kota Semarang.

“Ini harus jadi catatan untuk ke depannya agar lebih bersiap. Karena waktu hujan juga penontonnya awalnya bingung mau bagaimana,” kata salah satu penonton asal Semarang Barat, Tika (26).

Ia berharap, meski begitu, Semarang Night Carnival 2025 bisa digelar dengan konsep yang lebih baik lagi.

“Penampilannya bagus-bagus kok, sayang aja karena hujan jadinya nggak bisa nonton sampai rampung,” tuturnya. (Red/ detikJateng)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebelum DPR mengumumkan proses pemberhentiannya dari jabatan Kapolri pada Kamis (1/10/2026)./ kompas.com

KABAR NUSANTARA

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB