Buat Pelajar di Jawa Barat Jangan Coba-coba Nakal, Kecuali Jika Kamu Pengen Ikutan Wajib Militer ala Gubernur Dedi Mulyadi

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMA/ Ilustrasi: Pinterest

Pelajar SMA/ Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG – Dalam upaya membina siswa yang terindikasi nakal agar terhindar dari perilaku negatif, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana menggandeng TNI dan Polri dalam pelaksanaan program pendidikan berkarakter.

“Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap,” kata Dedi dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (26/4/2025), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Program ini akan mulai dilaksanakan pada 2 Mei 2025. Dan pihak TNI nantinya akan menyiapkan sebanyak 30 hingga 40 barak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta program pun akan dipilih berdasarkan kesepakatan antara orang tua dan pihak sekolah.

Siswa yang menjadi prioritas program

Dilansir Tribunnews.com, siswa yang menjadi prioritas adalah mereka yang sulit dibina dan terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal.

Dedi Mulyadi mengatakan, selama enam bulan, siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal.

Baca Juga :  Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

“TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya,” terang Dedi.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota dalam hal pembiayaan.

Dedi menegaskan bahwa pendidikan berkarakter ini diharapkan mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Alasan Kurikulum Wajib Militer Diterapkan di Sekolah

Selain program pendidikan berkarakter, Dedi Mulyadi mengumumkan penerapan kurikulum wajib militer di sekolah setingkat SMA/SMK mulai tahun ajaran baru mendatang.

Setiap sekolah akan dilengkapi dengan pembina yang berasal dari anggota TNI dan Polri.

“Saya serius, mulai tahun ajaran baru, Pemda Provinsi Jabar akan memasukkan kurikulum wajib militer di sekolah-sekolah,” ujar Kang Dedi, sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi pada Rabu (5/3/2025).

Kehadiran anggota TNI dan Polri di sekolah bertujuan membentuk karakter bela negara di kalangan siswa.

Baca Juga :  Analisis Pakar: Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran Disambut Tantangan Ketegangan Geopolitik Global

Diharapkan, siswa tidak akan terlibat dalam aktivitas tawuran, perkelahian antar pelajar, atau kenakalan remaja lainnya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kurikulum wajib militer bertujuan menggali potensi siswa di berbagai bidang.

Ia menambahkan bahwa wajib militer identik dengan kedisiplinan, sehingga siswa dapat lebih fokus belajar dan menghindari kegiatan yang tidak berguna.

Program ini juga akan diintegrasikan dengan sektor strategis seperti pertanian dan peternakan, sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Hal ini bertujuan membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Dedi berharap, setelah lulus sekolah, para siswa dapat langsung terserap dalam berbagai bidang pekerjaan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran terbuka di Jawa Barat.

“Program ini dirancang untuk membentuk karakter siswa sekaligus menggali potensi mereka dalam berbagai bidang,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!
Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebelum DPR mengumumkan proses pemberhentiannya dari jabatan Kapolri pada Kamis (1/10/2026)./ kompas.com

KABAR NUSANTARA

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB