Bukan Gila, Bukan Jahat: Mengungkap Mitos tentang Intrusive Thoughts dan Cara Menangani dengan PFA

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang mengalami intrusive thoughts/ dok istimewa

Ilustrasi seseorang mengalami intrusive thoughts/ dok istimewa

Oleh : Fathia Fitri Azahra, mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta

SUARAMUDA, SEMARANG — Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan me

ntal, istilah intrusive thoughts atau pikiran yang mengganggu mulai sering terdengar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski umum terjadi, banyak orang merasa tertekan, cemas, bahkan malu karenanya.

Namun, pendekatan Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis hadir sebagai langkah awal untuk membantu mereka mengelola kondisi ini secara efektif dan manusiawi.

Intrusive thoughts adalah pikiran yang datang tiba-tiba, tidak diinginkan, dan sering kali mengganggu.

Pikiran ini bisa berkisar dari kekhawatiran berlebihan hingga ide-ide yang tidak sesuai dengan nilai seseorang, seperti pikiran agresif, seksual, atau blasphemous.

Penting untuk diketahui bahwa memiliki pikiran seperti ini tidak berarti seseorang ingin melakukannya—ini hanyalah produk dari otak yang sedang stres, cemas, atau mengalami gangguan seperti OCD (Obsessive-Compulsive Disorder).

Di sinilah PFA berperan. PFA bisa menjadi alat ampuh dalam menenangkan individu yang terdampak.

Baca Juga :  Selamat Datang 2026! Tanpa Kembang Api, Tahun Baru di Semarang Diisi Doa Lintas Iman & Aksi Solidaritas

PFA dapat membantu seseorang merasa aman, didengar, dan dihargai, terutama saat mereka merasa terganggu oleh pikiran yang tidak mereka pahami.

PFA biasanya mencakup lima komponen dasar: (1) memastikan keselamatan, (2) memberikan kenyamanan emosional, (3) menstabilkan kondisi mental, (4) menghubungkan dengan dukungan sosial.

Dan (5) memberikan informasi serta dukungan praktis. Pendekatan ini dapat dilakukan oleh tenaga profesional maupun orang awam yang telah dilatih.

Menurut American Psychological Association (APA), PFA efektif dalam mencegah berkembangnya gangguan psikologis jangka panjang pasca-trauma.

Meskipun tidak dirancang untuk mengobati gangguan mental, PFA bisa menjadi jembatan penting sebelum terapi profesional dilakukan.

Ahli kesehatan mental juga menekankan pentingnya edukasi publik tentang intrusive thoughts.

Salah satunya adalah psikolog Ethan Smith dari International OCD Foundation (IOCDF), yang menyatakan bahwa “pemahaman yang keliru tentang intrusive thoughts bisa membuat penderita merasa seperti monster, padahal kenyataannya, mereka adalah orang-orang baik yang sedang berjuang.”

Baca Juga :  Dinamika Hidup di Lingkungan Kota dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Mental

Sebagai masyarakat, kita dapat berkontribusi dengan tidak menghakimi, memberikan ruang aman, dan mempelajari PFA untuk membantu orang-orang terdekat kita. (Red)

References;
Bilodeau, K. (2024, March 26). Harvard Health Publishing. Retrieved from Mind and Mood: https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/managing-intrusive-thoughts#:~:text=See%20a%20mental%20health%20professional,see%20someone%20to%20get%20help.

Mark, v. O., Leslie, S., & Alison, S. (2011). Psychological first aid: Guide for field workers. Geneva: WHO Press.

Purdon, C. L. (2009). Mental Control of Unwanted Intrusive Thoughts: A Phenomenological Study Nonclinical Individuals. International Journal of Cognitive Therapy, 267-281.

Tientcheu, V. T. (2021). Intrusive Thoughts. University of East London, 1-7.

International OCD Foundation (IOCDF) – What are intrusive thoughts?
https://iocdf.org/expert-opinions/obsessions-in-ocd-as-intrusive-thoughts-historical-and-clinical-reflections/

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB