Apa Iya, di Semarang Ada “Kupat Jembut”, Kuliner yang Diperebutkan Saat Syawalan?

- Penulis

Sabtu, 5 April 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketupat Jembut (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

Ketupat Jembut (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

SUARAMUDA, SEMARANG – Indonesia memang kaya akan tradisi dan juga tentunya kuliner. Tiap-tiap momen, ada aja tradisi yang digelar.

Begitu pun kuliner. Selain ada makanan khas kedaerahan, ada pula kuliner khusus yang memang sengaja disuguhkan saat momen-momen tertentu.

Sekilas Kupat Jembut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya adalah “kupat jembut” (Ketupat jembut). Yakni, makanan yang identik dengan daun janur yang dianyam sehingga membentuk wadah untuk dimasukkan beras.

Ketupat kemudian akan dimasak dalam waktu yang panjang hingga beras di dalamnya matang dan padat.

Baca Juga :  Begini Profil Rizqi Iskandar: Anggota DPRD Jateng Termuda dan Masih Kuliah Semester 5

Bagian tengah ketupat jembut ini ditambahkan sayuran berupa toge yang keluar berantakan dari sela-sela janur.

Akibat penampilannya yang tak biasa, ketupat ini seringkalindisebut sebagai ketupat jembut. Meski begitu, tidak ada kaitannya dengan istilah yang vulgar atau porno.

Biasanya, ketupat ini acapkali mewarnai tradisi syawalan, yang oleh masyarakat Jawa diselenggarakan H plus 7 Lebaran Idulfitri.

Ada di Semarang?

Seperti ditulis detikFood, dalam perayaan syawalan terdapat penyajian kupat jembut. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh sejumlah masyarakat di Semarang.

Baca Juga :  Terminal Lubuk Pakam Mulai Uji Coba, Kadishub Sumut Ajak Operator Bus dan Pengguna Jasa Angkutan Manfaatkan Fasilitas yang Disediakan

Mengutip dari Good News From Indonesia, kupat jembut ini hanya disajikan pada saat syawalan.

Untuk diketahui, syawalan atau perayaan lebaran ketupat ini ditentukan pada hari keenam dan ketujuh sejak Idul Fitri merujuk pada kalender Islam.

Lantas, apa iya, orang-orang Semarang menyajikan kupat jembut saat syawalan tiba? Atau, kuliner jenis ini sudah tak ada lagi di era modern saat ini? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 32 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB