Ramai Badai PHK, Mahasiswa S2 Manajemen STIE BPD Jateng Ini Ciptakan SPARTAV: Inovasi Sistem Penghasil Uang

- Penulis

Jumat, 7 Maret 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yanuar Aris Budiharto, Pemuda asal Semarang Jawa Tengah mengembangkan SPARTAV sebuah aplikasi digital advertising inovatif.

Yanuar Aris Budiharto, Pemuda asal Semarang Jawa Tengah mengembangkan SPARTAV sebuah aplikasi digital advertising inovatif.

SUARAMUDA, SEMARANG– Di tengah badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melanda puluhan ribu karyawan PT Sritex di Solo ada sepercik oase harapan baru untuk bisa tetap menghasilkan uang meskipun di rumah.

Adalah SPARTAV sebuah aplikasi digital advertising inovatif yang dikembangkan oleh pemuda asal Semarang, Jawa Tengah.

Aplikasi ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyebarkan kampanye iklan dan promosi dari berbagai brand yang memasang konten iklan di platform tersebut melalui media sosial (Medsos).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ultra Nano Influencero

Founder Spartav Citizen Empowerment, Yanuar Aris Budiharto, mengatakan, aplikasi dibuat dari keinginan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi Ultra Nano Influencer (UNI) sekalipun mereka hanya memiliki medsos WhatsApp.

“Selama ini saya melihat, kalau sosmed IG dan TikTok kan biasanya masyarakat (secara umum) hanya jadi penonton saja, hanya jadi followers para influencer. Nah, sekarang saya ingin masyarakat umum juga bisa berpenghasilan seperti influencer, meskipun dengan nominal yang berbeda karena hanya di level lokal, micro targeted,” katanya

Baca Juga :  Dwi Nabila Andyani, Putri Kebudayaan Nusantara 2025: Melestarikan Budaya Bangsa

CEO Eventrue Marketing dan Digital Agency itu, menambahkan pada aplikasi SPARTAV memungkinkna pengguna, yang disebut sebagai “pasukan iklan,” dapat menghasilkan uang hanya dengan membagikan konten promosi melalui Medsos mereka.

Dia melanjutkan, SPARTAV menawarkan berbagai jenis misi, seperti posting konten promosi, memberi like, berkomentar, hingga ikut jualan atau affiliate. Dengan cara ini, pasukan dapat memilih misi yang sesuai dengan minat dan jaringan sosial mereka.

“Kami percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pengiklan yang efektif, dan berdampak sehingga mereka layak dihargai. Dengan inovasi dan semangat kolaborasi, Spartav siap menjadi salah satu aplikasi penghasil uang terdepan di Indonesia,” terangnya

Pemuda yang sedang menekuni Studi Pemasaran di Magister Manajemen Universitas BPD Jateng itu menjelaskan, aplikasi digital yang diproduksi perusahaannya itu tidak hanya ditujukan untuk individu, tetapi juga untuk berbagai jenis kebutuhan termasuk bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), restoran, lembaga pendidikan, dan bahkan lembaga pemerintah.

Baca Juga :  SPARTAV, StartUp Pemberdayaan Masyarakat Asal Semarang Lolos 42 Besar Inkubasi Bisnis Jagoan Indonesia

Aplikasi Web Based

Menurut Aris, beragam fitur di Spartav sangat memungkinkan klien pelaku usaha untuk menentukan target audiens berdasarkan gender, usia, demografi, dan minat.

Sehingga, bisa dibilang Spartav ini memberikan solusi pemasaran yang lebih terarah.

“Saat ini sistem aplikasi Spartav dalam bentuk web based agar bisa digunakan di semua jenis smartphone, namun kami berkomitmen untuk terus mengembangkannya agar lebih user friendly dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap Spartav dapat menjadi jembatan antara brand dan masyarakat, serta membantu meningkatkan perekonomian lokal dengan mengoptimalkan teknologi digital,” ujarnya.

Sejak diluncurkan, pada Februari lalu Spartav telah menarik perhatian banyak pengguna. Seorang pengguna dari Depok; Ridwan, mengungkapkan, sangat senang menyambut hadirnya platform penghasil uang tanpa ribet bahkan hanya bermodal punya Whatshapp seperti Spartav.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan uang tambahan dengan cara yang mudah. Hanya dengan membagikan konten, saya bisa mendapatkan penghasilan,” (via)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB