Tradisi Gugur Gunung: Simbol Kerukunan Antarwarga Kampung Moderasi Sukun Gempol Kota Malang

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Gugur Gunung sebagai tradisi bersih-bersih lingkungan sekitar, termasuk membersihkan area pemakaman umum warga Kampung Moderasi Sukun Gempol Malang/ dok.istimewa

POV: Gugur Gunung sebagai tradisi bersih-bersih lingkungan sekitar, termasuk membersihkan area pemakaman umum warga Kampung Moderasi Sukun Gempol Malang/ dok.istimewa

SUARAMUDA, MALANG — Kampung Moderasi Sukun Gempol Kota Malang merupakan salah satu contoh komunitas yang menunjukan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam rangka memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan yang baru saja dilakukan adalah tradisi Gugur Gunung yang dilaksanakan hari Minggu 23 Februari 2025.

Aktivitas ini tidak hanya untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga merupakan simbol dari kerukunan dan kolaborasi antar warga dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi Gugur Gunung

Gugur Gunung merupakan tradisi yang telah lama dianut oleh masyarakat di berbagai daerah. Etimologi dari istilah tersebut mengacu pada semangat bersama dalam menyelesaikan pekerjaan berat yang biasanya dilakukan secara kolektif.

Dalam konteks Kampung moderasi Sukun Gempol, kegiatan ini menjadi wadah para warga untuk berpartisipasi aktif dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

Melalui komunikasi yang efektif di Grup WhatsApp, misalnya, warga dapat saling mengingatkan dan mengorganisir diri untuk kegiatan ini.

Baca Juga :  BEM FISIP Unnes Kenalkan 'Beasiswa Pijar Cipta', Ikutan Donasi yuk!

Kegiatan membersihkan lingkungan juga membawa dampak positif yang begitu luas.

Dengan melaksanakan Gugur Gunung, warga tidak hanya membersihkan sampah dan melakukan perwatan terhadap area publik seperti makam warga Sukun Genpol, tetapi juga menanamkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Lebih Guyup Rukun

Salah satu dampak jangka panjang dari aktivitas ini adalah terciptanya rasa keterikatan yang lebih kuat antarwarga.

Hal ini penting mengingat kedekatan antarindividu dalam masyarakat menjadi salah satu faktor kunci dalam menciptakan komunitas yang harmonis.

Selain itu, sifat inklusif dari kegiatan ini sangat penting. Semua lapisan masyarakat diundang berpartisipasi, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial.

Anak-anak dapat belajar mengenai kepedulian terhadap lingkungan, sementara orang dewasa bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menjaga kebersihan kampung.

Tradisi seperti ini juga dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama, yang jelas dibutuhkan di zaman modern ini, di mana keterasingan sosial seringkali terjadi.

Baca Juga :  Anakmu Nggak Bodoh, Kamu Aja yang Nggak Paham Potensinya

Komunikasi melalui group WhatsApp juga menjadikan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan ini lebih efisien.

Warga dapat dengan mudah berbagi informasi tentang lokasi, waktu dan peralatan yang diperlukan.

Hal ini menunjukan bahwa teknologi, jika dimanfaatkan dengan baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan masyarakat.

Bukti Kolaborasi Warga

Gugur Gunung yang dilaksanakan oleh Kampung Moderasi Sukun Gempol Malang merupakan bukti nyata dari kekuatan kolaborasi dan gotong royong dalam masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Masyarakat ini menunjukan bagaimana komunikasi digital dapat berkontribusi dalam melestarikan tradisi dan membangun solidaritas.

Semoga, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menginspirasi kampung-kampung lainnya untuk mengikuti jejak positif dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kebersamaan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB