Cetak Guru Penggerak Kerukunan, FKUB Kota Semarang Libatkan 90 Guru SMP

Program Sekolah Kerukunan Umat Beragama membekali 90 guru BK dan guru agama SMP se-Kota Semarang agar menjadi teladan sekaligus penggerak toleransi di lingkungan sekolah

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik. Di ruang kelas, anak-anak juga belajar tentang bagaimana hidup bersama, menghargai perbedaan, dan menghormati keyakinan orang lain.

Karena itu, peran guru menjadi penting dalam membangun budaya toleransi sejak dini.

Semangat tersebut menjadi perhatian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang bersama Dinas Pendidikan dan Kesbangpol Kota Semarang melalui program “Sekolah Kerukunan Umat Beragama”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang digelar di Hotel Grasia Semarang, Kamis (27/8/2026), itu diikuti sekitar 90 guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta guru agama tingkat SMP se-Kota Semarang.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat nilai toleransi dan kerukunan di lingkungan pendidikan. Guru tidak hanya didorong menyampaikan toleransi sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan sekaligus penggerak terciptanya sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.

Guru BK dan Pendidikan Agama SMP se-Kota Semarang saat mengikuti Sekolah Kerukunan Umat Beragama FKUB Kota Semarang, Kamis (27/8) di Hotel Grasia. (dok istimewa)

Guru Jadi Penggerak Kerukunan

Ketua FKUB Kota Semarang, Drs. KH. N. Mustam Aji, MM, mengatakan program Sekolah Kerukunan Umat Beragama merupakan inovasi untuk memperkuat toleransi melalui peran guru.

Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun budaya kerukunan karena menjadi ruang perjumpaan siswa dari berbagai latar belakang.

Baca Juga :  SETARA Institute Libatkan FKUB Kota Semarang dalam FGD Advokasi Penyelesaian Kasus Pelanggaran KBB

Guru, kata dia, menjadi salah satu aktor penting karena berinteraksi langsung dengan peserta didik sekaligus ikut membentuk cara pandang mereka terhadap keberagaman.

Artinya, pesan tentang toleransi tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Nilai tersebut perlu hadir dalam perilaku sehari-hari di sekolah.

I Nengah Wirta Darmayana, SH., MH saat memberikan pengarahan Sekolah Kerukunan Umat Beragama FKUB Kota Semarang, Kamis (27/8).

Kolaborasi Lintas Instansi

Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara FKUB, Dinas Pendidikan, dan Kesbangpol menjadi langkah konkret untuk membangun lingkungan pendidikan yang mampu merawat keberagaman.

“Kolaborasi antara FKUB, Dinas Pendidikan, dan Kesbangpol diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu merawat keberagaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi sejak dini di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pemahaman mengenai toleransi yang kuat juga dapat membantu menekan potensi bullying yang kerap muncul akibat perbedaan di antara siswa.

Dengan demikian, pendidikan tentang kerukunan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama, tetapi juga menyangkut bagaimana siswa belajar menerima dan menghargai teman yang memiliki latar belakang berbeda.

Baca Juga :  Kabar Gembira Buat Warga Medan! Dishub Sumut Siapkan Mudik Gratis untuk Idul Fitri 2025
Prof. Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag saat memberikan pengarahan Sekolah Kerukunan Umat Beragama FKUB Kota Semarang, Kamis (27/8).

Dari Materi Menjadi Kebiasaan

Program Sekolah Kerukunan Umat Beragama menempatkan guru bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi sebagai “guru penggerak kerukunan”.

Mereka diharapkan mampu menanamkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah keberagaman siswa.

Hal ini menjadi penting karena sekolah merupakan ruang bertemunya berbagai latar belakang sosial, budaya, dan agama.

Ketika guru memiliki perspektif kerukunan yang kuat, nilai toleransi diharapkan tidak berhenti sebagai materi di buku atau bahan diskusi di kelas. Lebih jauh, toleransi dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pembekalan melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil diskusi.

Rangkaian kegiatan itu dirancang untuk membekali guru dengan perspektif sekaligus strategi dalam menanamkan nilai inklusivitas, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan kepada peserta didik.

Melalui program ini, FKUB Kota Semarang mendorong lahirnya lebih banyak guru penggerak kerukunan yang mampu menjadi teladan sekaligus motor terciptanya sekolah yang inklusif, toleran, dan harmonis. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 37 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB