SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang memperkuat jejaring internasional dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara FISIP Unwahas dan PCINU Taiwan. Sebelumnya, kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) telah ditandatangani oleh Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Dr. Ur. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM, bersama Pengurus PCINU TaiwanTaiwan, Rabu (12/8/2026).
Dekan FISIP Unwahas, Ali Martin, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong internasionalisasi FISIP sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di tingkat global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini upaya kolaborasi dalam banyak bidang. Ke depan, kita bangun kerja sama peningkatan kapasitas SDM pekerja migran, pengabdian masyarakat hingga penelitian sinergis,” jelas Ali Martin.
Menurutnya, keberadaan pekerja migran Indonesia di Taiwan menjadi salah satu alasan penting bagi FISIP Unwahas untuk membangun kolaborasi dengan PCINU Taiwan.
Jumlah pekerja migran Indonesia di Taiwan yang mencapai lebih dari 400 ribu orang, kata Ali, membuat isu diaspora dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting.
“Umumnya mereka kan warga Nahdliyin, warga NU. Ada dari Kendal, Purwodadi, Jawa Tengah, dan juga dari Jawa Timur. Banyak juga di sana,” imbuhnya.
Bukan Sekadar Seremoni
Wakil Dekan FISIP Unwahas, Zudi Setiyawan, menambahkan, kerja sama dengan PCINU Taiwan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik, mulai dari pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen hingga penelitian bersama.
“Semoga ini menjadi awal yang bagus, dan upaya yang baik ini bisa terlaksana dengan hasil yang baik pula. Amin,” ujar Zudi, yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Universitas Diponegoro Semarang.
Usai penandatanganan IA, kegiatan berlanjut dengan Sarasehan Menyongsong Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Sarasehan mengangkat tema “Diaspora Nahdliyin dalam Peningkatan Kapasitas SDM di Tengah Peradaban Multikultur.”
Dua tokoh PCINU Taiwan hadir langsung sebagai narasumber, yakni Ketua PCINU Taiwan Muhammad Ghofur, M.Pd., serta Wakil Ketua PCINU Taiwan sekaligus Ketua Komunitas Warga Migran Kendal di Taiwan (CIKAL), Nur Kholiq, M.Pd.
Keduanya membedah secara detail fenomena diaspora dan kehidupan warga migran Indonesia di Taiwan, termasuk berbagai tantangan yang mereka hadapi di tengah lingkungan sosial yang multikultural.
Diskusi pun berlangsung semakin hangat ketika peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdialog langsung dengan para narasumber.
Seluruh rangkaian acara digelar di Gedung KH Sholeh Darat, lantai 6, Kampus 1 Unwahas, Sampangan, Semarang. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.
Bagi FISIP Unwahas, momentum ini bukan sekadar menyambut Muktamar ke-35 NU. Lebih dari itu, kolaborasi dengan PCINU Taiwan menjadi pintu masuk untuk mempertemukan kampus, diaspora, dan masyarakat migran dalam kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. (Red)














Komentar