Akankah Board of Peace (BOP) Akan ‘Layu Sebelum Berkembang’?

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Board of Peace (BOP) alias Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai jadi sorotan tajam. (Gambar: REUTERS/ CNN Indonesia)

Board of Peace (BOP) alias Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai jadi sorotan tajam. (Gambar: REUTERS/ CNN Indonesia)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Board of Peace (BOP) alias Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai jadi sorotan tajam.

Lembaga yang digadang-gadang bakal jadi “mesin perdamaian” untuk Gaza itu kini justru terancam megap-megap karena kas donornya masih kosong melompong.

Padahal sebelumnya, Trump sesumbar bakal ada dana jumbo mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp303 triliun dari negara-negara anggota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi empat bulan sejak dibentuk, uang yang benar-benar masuk? Nihil. “Nol dolar telah disetorkan.”

Kalimat itu muncul dari sumber internal yang mengetahui persoalan tersebut, seperti dilaporkan Financial Times dan dikutip Middle East Monitor.

Situasi ini bikin banyak pihak mulai mencibir: jangan-jangan Board of Peace cuma proyek politik berkedok kemanusiaan.

Ironisnya, negara-negara anggota sebenarnya sudah menjanjikan US$7 miliar untuk paket bantuan Gaza.

Baca Juga :  Wow! Anutin Charnvirakul Jadi PM Baru Thailand, Sosok Pro-Legalisasi Ganja yang Bikin Heboh

Trump juga sempat mengklaim AS bakal menambah US$10 miliar lagi. Tapi janji tinggal janji, transfer tak kunjung terjadi.

Yang bikin makin ramai, alur dana BOP juga dianggap tak transparan. Bukannya memakai mekanisme resmi Bank Dunia yang diawasi PBB dan punya sistem pelaporan ketat, sebagian sumbangan justru disebut dialirkan lewat rekening JPMorgan.

Publik pun mulai bertanya-tanya: ini lembaga perdamaian atau rekening privat elite politik?

Sejumlah pengamat menilai langkah itu rawan konflik kepentingan karena tidak ada sistem pengawasan independen yang jelas.

Apalagi, pejabat anonim dari Dewan Perdamaian sendiri mengakui bahwa laporan keuangan hanya akan diberikan kepada dewan eksekutif internal pemerintahan Trump “pada waktu yang dianggap tepat.”

Baca Juga :  Xi’an: Kota Warisan Islam di Negeri Tirai Bambu

Singkatnya: uang publik, laporan privat.

Sementara itu, kontribusi Maroko sebesar US$20 juta kabarnya dipakai untuk membiayai kantor Nickolay Mladenov sebagai perwakilan tinggi BOP untuk Gaza pascaperang, termasuk menggaji komite teknokrat Palestina.

Namun bantuan lain seperti dana US$100 juta dari Uni Emirat Arab untuk melatih polisi Gaza baru malah masih beku dan belum digunakan sama sekali. Programnya pun belum jalan.

Tak cuma itu, dana operasional tambahan sebesar US$50 juta juga masih menggantung karena sistem kontrol keuangan dan mekanisme penerimaan dana AS belum siap.

Di tengah konflik Gaza yang terus memanas, kondisi ini membuat Board of Peace tampak seperti proyek besar dengan spanduk megah, tapi isi rekeningnya kosong. Dari luar terlihat diplomatis. Dari dalam, kasnya kritis. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB