SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siap-siap sambut Ramadan! Kementerian Agama (Kemenag) bakal menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026. Info ini diumumkan lewat Instagram resmi Bimas Islam (@Bimasislam).
Di sidang inilah pemerintah membahas hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pemantauan hilal) untuk menentukan kapan puasa dimulai.
Prediksi BRIN: Bisa Beda Tanggal?
Sementara itu, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi ada potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini.
Koordinator Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa perbedaan kali ini bukan soal beda metode, tapi soal hilal global vs hilal lokal.
Hilal Global
Mengacu pada terpenuhinya kriteria imkanurrukyat (kemungkinan hilal terlihat) di mana saja di dunia.
Pada Magrib 17 Februari, kriteria itu disebut terpenuhi di Alaska. Artinya, jika memakai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), maka 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.
Hilal Lokal
Mengacu pada posisi hilal di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Menurut BRIN, saat Magrib 17 Februari, posisi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteria imkanurrukyat, bahkan masih berada di bawah ufuk. Jika memakai acuan ini, maka 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.
Jadi, puasa mulai tanggal 18 atau 19 Februari? Kita tunggu hasil resmi sidang isbat malam ini. Pantengin pengumumannya, ya! (Red)