Pilkada Lewat DPRD Dinilai Cederai Demokrasi, Umar Ma’ruf: Negara Jangan Rampas Kedaulatan Rakyat

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET., YOGYAKARTA — Wacana pemerintah untuk mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kian menuai penolakan publik.

Meski mayoritas partai politik di parlemen menyatakan dukungan, kritik keras justru datang dari kalangan aktivis demokrasi yang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah mundur dan ancaman serius bagi kedaulatan rakyat.

Umar Ma’ruf, Koordinator Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI) sekaligus Demisioner Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menegaskan bahwa Pilkada melalui DPRD adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat reformasi dan nilai konstitusional demokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wacana ini harus ditolak secara tegas. Pilkada melalui DPRD bertentangan dengan semangat reformasi dan merampas hak politik rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri,” tegas Umar.

Baca Juga :  Bukan Duit Danantara, 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih Dibangun Pakai Dana Desa

Menurutnya, dalih efisiensi atau stabilitas politik tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menghilangkan hak pilih rakyat. Ia menilai negara justru sedang mundur ke praktik demokrasi elitis yang menempatkan rakyat hanya sebagai objek kekuasaan, bukan subjek kedaulatan.

Umar juga menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Dalam kondisi tersebut, menyerahkan proses Pilkada kepada DPRD dinilainya sebagai langkah berbahaya yang membuka ruang lebar bagi oligarki dan praktik politik transaksional.

“DPRD hari ini bukan lembaga yang steril dari kepentingan dan transaksi. Pilkada lewat DPRD hanya memindahkan praktik politik uang, dari yang semula melibatkan rakyat, menjadi transaksi tertutup antara calon kepala daerah dan elite parlemen,” ujarnya.

Baca Juga :  Demo 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran Pecah! Ada di Jakarta, Bogor Hingga Semarang!

Lebih jauh, Umar menyebut wacana ini sebagai sinyal kuat terjadinya pelemahan demokrasi secara sistematis. Ia menilai suara rakyat secara perlahan disingkirkan, sementara kekuasaan dikonsentrasikan di tangan elite politik.

“Ini bukan sekadar perubahan mekanisme teknis, ini adalah proyek politik untuk menyingkirkan rakyat dari ruang demokrasi. Negara sedang bergerak menuju demokrasi semu, bahkan membuka jalan bagi otoritarianisme baru,” katanya.

Umar mengingatkan bahwa jika wacana tersebut dipaksakan, maka pemerintah—di bawah kepemimpinan Prabowo–Gibran—akan mencatat sejarah sebagai rezim yang secara sadar menggerus kedaulatan rakyat dan memundurkan demokrasi Indonesia.

“Ketika suara rakyat tidak lagi dianggap penting, maka yang tersisa hanyalah kekuasaan tanpa legitimasi demokratis,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB