Banyuraden Art Festival #2 “JENTARA” Lestarikan Permainan Tradisional Nusantara

SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Banyuraden Art Festival #2 bertajuk JENTARA (Jejak Nusantara Tradisional Arena) sukses diselenggarakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Pendopo Universitas Widya Mataram, Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan ajang lomba permainan tradisional yang melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar di wilayah Banyuraden sebagai upaya melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia.

Festival ini diikuti oleh empat sekolah dasar (SD) diBanyuraden, yaitu SD Kanoman, SD Muhammadiyah Banyuraden, SD Negeri Banyuraden, dan SD Negeri Patran.

Acara diawali dengan sambutan Dyaloka Puspita Ningrum, S.I.Kom., M.I.Kom. selaku dosen pengampu, dilanjutkan sambutan oleh Rebaudi Mahardika selaku Ketua Panitia.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan FISIPOL Universitas Widya Mataram, Dr. As Martadani Noor, M.A., dengan memukul kenong sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Berbagai permainan tradisional diperlombakan dalam Banyuraden Art Festival #2 ini, di antaranya balap bakiak, balap egrang, benthik, kelereng, serta lempar kolong. Seluruh perlombaan berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas dari para peserta.

Perlombaan dipimpin oleh beberapa dewan juri yaitu Nur Amala Saputri, S.I.Kom., M.A. selaku Ketua Program Studi Universitas Widya Mataram, Drs. Nuri Hartana M. Syarif sebagai perwakilan dari KORMI DIY, serta Latif Rahardian Ahmad, S.Pd. selaku Sekretaris I Dewan Kerja Daerah DIY periode 2020–2025.

Hasil Perlombaan dan Penutupan Acara
Seluruh rangkaian lomba berjalan dengan lancar tanpa kendala. SD Negeri Banyuraden berhasil meraih juara umum pertama, disusul SD Negeri Patran sebagai juara kedua.

Sementara itu, SD Kanoman dan SD Muhammadiyah Banyuraden menempati posisi juara ketiga dan keempat. Setiap sekolah peserta memperoleh hadiah, piala, plakat juara, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi yang diraih.

Acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan.

Melalui Banyuraden Art Festival #2 “JENTARA”, panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukatif sekaligus rekreatif untuk menjaga dan melestarikan permainan tradisional Indonesia, serta menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada generasi muda. (Red)

Oleh: Muhammad Raihan FaridFarid

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like