Fanfan Alfansuri Hadirkan Mini Album Penuh Emosi tentang LDR

- Penulis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Musisi independen asal Bogor, Jawa Barat, Fanfan Alfansuri menghadirkan mini album terbarunya berjudul Every Mile Carves Another Empty Space.

Karya ini menjadi penegasan perjalanan Fanfan sebagai solo artist di ranah rock, post-hardcore, dan alternative, dengan pendekatan musik yang personal dan reflektif.

Perjalanan Fanfan di dunia musik telah dimulai sejak 2007. Ia mengawali karier sebagai gitaris di band seperti Finding Nadia, Asphoria, dan Unholy Vein, lalu kerap terlibat sebagai additional player—mulai dari gitar, bass, drum, hingga backing vocal—di berbagai band independen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baru pada 2020, di tengah pandemi, Fanfan memutuskan melangkah sebagai solo artist dan mulai fokus bernyanyi secara penuh.

Ketertarikan Fanfan pada musik berawal dari hobi. Ia dikenalkan dengan grunge oleh sang ayah, sebelum kemudian mendalami post-hardcore saat masa sekolah.

Pengaruh musisi seperti Kurt Cobain, serta band Saosin dan Story of the Year, membentuk karakter musiknya yang kuat hingga sekarang.

Baca Juga :  Inilah Tiro Turnip Hilarius, Mahasiswa Asal Indonesia yang Ukir Prestasi di Rusia

Mini album Every Mile Carves Another Empty Space ditulis dan direkam sepanjang 2024–2025. Album ini berisi tiga lagu yang mengangkat tema hubungan jarak jauh (LDR) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Alih-alih menyajikan kisah romantis yang ideal, album ini justru merekam sisi lain dari LDR: kelelahan emosional, kesunyian, dan rasa hampa yang perlahan muncul akibat jarak dan perbedaan waktu.

“Kadang LDR menyisakan rasa kosong dan hampa. Tapi saling percaya dan memberi kabar, walau dengan intensitas sedikit, sudah cukup untuk membuat tenang. Mungkin itu kunci agar hubungan bisa bertahan,” ujar Fanfan.

Ia juga menyampaikan pesan bahwa hubungan jarak jauh memang tidak mudah, namun justru kesulitan itulah yang membuat kita belajar untuk bertahan di tengah kekurangan-kekurangan.

Secara musikal, album ini memadukan tekstur emo, post-hardcore, dan sentuhan post-rock. Distorsi gitar yang intens berpadu dengan bagian-bagian sunyi, mencerminkan tarik-menarik antara harapan dan kelelahan hidup.

Baca Juga :  Polres Tanah Karo Miliki Mobil Senyum, Untuk Berbagi dan Mendengarkan Suara Masyarakat

Album ini tidak menawarkan resolusi manis, melainkan berdiri sebagai dokumentasi jujur tentang cinta yang perlahan terkikis oleh jarak, waktu, dan diam—namun tetap berusaha bertahan.

Every Mile Carves Another Empty Space telah dirilis secara independen pada November 2025 dan dapat didengarkan melalui Bandcamp, serta tersedia dalam format single di Spotify dan YouTube Music.

Album ini juga akan dirilis dalam format vinyl (piringan hitam) edisi terbatas pada Januari 2026, yang hanya tersedia melalui halaman Merch Bandcamp.

Ke depan, Fanfan berencana merilis single-single baru secara bertahap. Selain kesibukannya sebagai pekerja kantoran, ia juga berharap bisa kembali aktif manggung dan suatu hari melakukan tur ke luar negeri.

Mini album Every Mile Carves Another Empty Space dapat diakses melalui: https://fanfandalism.bandcamp.com/album/every-mile-carves-another-empty-space

(Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB