SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Musisi independen asal Bogor, Jawa Barat, Fanfan Alfansuri menghadirkan mini album terbarunya berjudul Every Mile Carves Another Empty Space.
Karya ini menjadi penegasan perjalanan Fanfan sebagai solo artist di ranah rock, post-hardcore, dan alternative, dengan pendekatan musik yang personal dan reflektif.
Perjalanan Fanfan di dunia musik telah dimulai sejak 2007. Ia mengawali karier sebagai gitaris di band seperti Finding Nadia, Asphoria, dan Unholy Vein, lalu kerap terlibat sebagai additional player—mulai dari gitar, bass, drum, hingga backing vocal—di berbagai band independen.
Baru pada 2020, di tengah pandemi, Fanfan memutuskan melangkah sebagai solo artist dan mulai fokus bernyanyi secara penuh.
Ketertarikan Fanfan pada musik berawal dari hobi. Ia dikenalkan dengan grunge oleh sang ayah, sebelum kemudian mendalami post-hardcore saat masa sekolah.
Pengaruh musisi seperti Kurt Cobain, serta band Saosin dan Story of the Year, membentuk karakter musiknya yang kuat hingga sekarang.
Mini album Every Mile Carves Another Empty Space ditulis dan direkam sepanjang 2024–2025. Album ini berisi tiga lagu yang mengangkat tema hubungan jarak jauh (LDR) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Alih-alih menyajikan kisah romantis yang ideal, album ini justru merekam sisi lain dari LDR: kelelahan emosional, kesunyian, dan rasa hampa yang perlahan muncul akibat jarak dan perbedaan waktu.
“Kadang LDR menyisakan rasa kosong dan hampa. Tapi saling percaya dan memberi kabar, walau dengan intensitas sedikit, sudah cukup untuk membuat tenang. Mungkin itu kunci agar hubungan bisa bertahan,” ujar Fanfan.
Ia juga menyampaikan pesan bahwa hubungan jarak jauh memang tidak mudah, namun justru kesulitan itulah yang membuat kita belajar untuk bertahan di tengah kekurangan-kekurangan.
Secara musikal, album ini memadukan tekstur emo, post-hardcore, dan sentuhan post-rock. Distorsi gitar yang intens berpadu dengan bagian-bagian sunyi, mencerminkan tarik-menarik antara harapan dan kelelahan hidup.
Album ini tidak menawarkan resolusi manis, melainkan berdiri sebagai dokumentasi jujur tentang cinta yang perlahan terkikis oleh jarak, waktu, dan diam—namun tetap berusaha bertahan.
Every Mile Carves Another Empty Space telah dirilis secara independen pada November 2025 dan dapat didengarkan melalui Bandcamp, serta tersedia dalam format single di Spotify dan YouTube Music.
Album ini juga akan dirilis dalam format vinyl (piringan hitam) edisi terbatas pada Januari 2026, yang hanya tersedia melalui halaman Merch Bandcamp.
Ke depan, Fanfan berencana merilis single-single baru secara bertahap. Selain kesibukannya sebagai pekerja kantoran, ia juga berharap bisa kembali aktif manggung dan suatu hari melakukan tur ke luar negeri.
Mini album Every Mile Carves Another Empty Space dapat diakses melalui: https://fanfandalism.bandcamp.com/album/every-mile-carves-another-empty-space
(Red)