Indonesia Amankan Pasokan Gandum Strategis melalui Kemitraan dengan Rusia

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Indonesia terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui impor gandum dari Rusia sebagai pemasok utama.

Data terbaru dari sistem informasi federal Rusia FGIS “Argus-Fito” mencatat realisasi pengiriman sebesar 52.000 ton gandum pada Oktober 2025, mencerminkan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas pasokan komoditas kritis ini.

Nilai strategis impor ini ditopang oleh kemitraan teknis yang solid antara Badan Karantina Pertanian Indonesia (Barantan) dan Rosselkhoznadzor (Badan Pengawasan Veteriner dan Fitosanitari Rusia).

Fondasi kerja sama ini diperkuat dengan diperpanjangnya akreditasi laboratorium Rusia per 5 Agustus 2025 untuk periode tiga tahun, yang menjamin kualitas dan keamanan gandum sesuai standar karantina Indonesia.

Proses verifikasi yang ketat dilakukan di laboratorium Novorossiysk milik Lembaga Federal “Pusat Penilaian Kualitas Produk Agro-Industri” Rusia, dengan sertifikasi fitosanitari yang diterbitkan oleh perwakilan Rosselkhoznadzor wilayah selatan.

Mekanisme ini menjadi jaminan kepatuhan terhadap regulasi Indonesia sekaligus bukti transparansi dalam rantai pasok.

Sebagai bukti ketergantungan Indonesia pada pasar global, Rusia—yang memproyeksikan produksi gandum 85-90 juta ton pada musim 2025/2026—telah menjadi mitra kunci dengan kapasitas ekspor mencapai 50 juta ton secara global.

Baca Juga :  LPBI PBNU Gelar Jambore Nasional Relawan Zona II untuk Kesiapsiagaan Bencana di Curug Sewu Kendal

Kolaborasi ini tidak hanya menyokong pasokan domestik Indonesia, tetapi juga menegaskan posisi Rusia sebagai pemain utama dalam peta ketahanan pangan dunia.

Keberlanjutan impor gandum dari Rusia merefleksikan strategi diversifikasi dan stabilisasi pasokan pangan Indonesia, sekaligus menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menjamin akses terhadap komoditas vital di tengah fluktuasi pasar global. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB