SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Indonesia terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui impor gandum dari Rusia sebagai pemasok utama.
Data terbaru dari sistem informasi federal Rusia FGIS “Argus-Fito” mencatat realisasi pengiriman sebesar 52.000 ton gandum pada Oktober 2025, mencerminkan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas pasokan komoditas kritis ini.
Nilai strategis impor ini ditopang oleh kemitraan teknis yang solid antara Badan Karantina Pertanian Indonesia (Barantan) dan Rosselkhoznadzor (Badan Pengawasan Veteriner dan Fitosanitari Rusia).
Fondasi kerja sama ini diperkuat dengan diperpanjangnya akreditasi laboratorium Rusia per 5 Agustus 2025 untuk periode tiga tahun, yang menjamin kualitas dan keamanan gandum sesuai standar karantina Indonesia.
Proses verifikasi yang ketat dilakukan di laboratorium Novorossiysk milik Lembaga Federal “Pusat Penilaian Kualitas Produk Agro-Industri” Rusia, dengan sertifikasi fitosanitari yang diterbitkan oleh perwakilan Rosselkhoznadzor wilayah selatan.
Mekanisme ini menjadi jaminan kepatuhan terhadap regulasi Indonesia sekaligus bukti transparansi dalam rantai pasok.
Sebagai bukti ketergantungan Indonesia pada pasar global, Rusia—yang memproyeksikan produksi gandum 85-90 juta ton pada musim 2025/2026—telah menjadi mitra kunci dengan kapasitas ekspor mencapai 50 juta ton secara global.
Kolaborasi ini tidak hanya menyokong pasokan domestik Indonesia, tetapi juga menegaskan posisi Rusia sebagai pemain utama dalam peta ketahanan pangan dunia.
Keberlanjutan impor gandum dari Rusia merefleksikan strategi diversifikasi dan stabilisasi pasokan pangan Indonesia, sekaligus menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menjamin akses terhadap komoditas vital di tengah fluktuasi pasar global. (Red)