Tugas Brimob di Aksi Demo: Penjaga Keamanan atau “Ancaman” HAM?

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korps Brigade Mobil (Brimob)/ gambar: pinterest

Korps Brigade Mobil (Brimob)/ gambar: pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Setiap kali demonstrasi besar meletus di kota-kota Indonesia, satu nama yang selalu muncul di garis depan adalah Korps Brigade Mobil (Brimob).

Ya, Brimob sebagai pasukan elite Polri ini punya reputasi sebagai “unit pemukul” yang siap diterjunkan ketika situasi demo berubah kacau. Tapi, kehadiran Brimob juga menuai pro-kontra di mata publik.

Garda Terdepan di Jalanan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kompas (2025), Brimob memang memiliki mandat untuk pengendalian huru-hara, terutama bila massa anarkis dan Sabhara tak lagi mampu mengendalikan keadaan.

Dengan tameng, gas air mata, hingga kendaraan taktis, Brimob hadir menjaga ketertiban sekaligus mengamankan objek vital seperti gedung pemerintah dan infrastruktur strategis.

Medcom (2024) menegaskan, Brimob bukan hanya pasukan anti-demo. Unit ini terbagi menjadi Pelopor yang mengendalikan kerusuhan dan operasi paramiliter, serta Gegana yang fokus pada bom, terorisme, dan ancaman berisiko tinggi. Jadi, ketika mereka diturunkan di demo, itu baru salah satu wajah dari tugas besar mereka.

Baca Juga :  Buruh dan Nasib Pilu Profesi Perawat: Sunyi di Balik Seragam Putih

Peran Brimob ditegaskan dalam UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI. Di dalamnya disebutkan tugas Polri, termasuk Brimob, antara lain: (1) Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; (2) Menegakkan hukum; dan (3) Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Brimob secara khusus menjalankan fungsi penanganan kerusuhan massa, terorisme, kejahatan bersenjata, hingga penyelamatan saat bencana (Medcom, 2024).

Dengan kata lain, kehadiran Brimob di jalanan saat demo bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari mandat hukum negara.

Kritik dan Sorotan Publik

Namun, sisi lain dari kehadiran Brimob adalah munculnya isu pelanggaran HAM. ANTARA (2025) melaporkan kasus tragis seorang pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta.

Baca Juga :  SETENGAHDUA: Separuh Musik, Separuh Perlawanan dari Hati

Insiden ini menimbulkan kecaman luas karena dinilai sebagai bentuk penggunaan kekuatan yang tidak proporsional. Lembaga pengawas seperti IPW pun menyoroti perlunya evaluasi ketat terhadap SOP di lapangan.

Inilah dilema Brimob: di satu sisi mereka adalah benteng terakhir keamanan, tetapi di sisi lain mereka sering dipersepsikan represif oleh masyarakat sipil.

Aktivis HAM menilai, pendekatan keras yang berlebihan justru memperuncing konflik dan mencederai demokrasi.

Pada akhirnya, Brimob tetap memegang peran vital sebagai penjaga stabilitas negara. Tantangannya adalah bagaimana pasukan elite ini bisa menjalankan tugasnya tanpa melanggar hak-hak warga, sehingga tetap dipercaya bukan hanya oleh negara, tapi juga rakyat yang mereka jaga. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB