Ini Dia, Sosok Raafi: Cowok Bernasib Mujur, yang Diterima Kuliah Gratis di Fakultas Kehutanan UGM

- Penulis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmad Raafi Saputra, sosok yang dinyatakan lolos tanpa tes masuk kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. (dok istimewa)

Rahmad Raafi Saputra, sosok yang dinyatakan lolos tanpa tes masuk kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. (dok istimewa)

SUARAMUDA, SEMARANG – Kegembiraan menyelimuti wajah Rahmad Raafi Saputra (18) setelah tahu dirinya dinyatakan lolos tanpa tes masuk kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Ia masih ingat di sore tanggal 18 maret lalu saat pengumuman kelulusan SNBP.

Dari dalam kamar, ia sedikit berlari menuju teras rumah menunjukkan layar gawai ke kedua orang tuanya, Sukiman dan Asniar, yang tengah asyik bercengkerama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bapak ibu terlihat senang, apalagi setelah tahu saya akan kuliah di UGM dengan UKT 0 rupiah,” kenang Raafi, Kamis (12/6/2026), seperti dirilis dalam website ugm.ac.id

Sukiman (60), merasa senang dan bersyukur Raffi bisa diterima kuliah dengan gratis lewat beasiswa UKT 0 dari UGM.

Sebagai buruh bangunan yang berpenghasilan 80 ribu sehari, ia mengaku cukup berat jika harus mengeluarkan biaya kuliah.

“Apalagi pekerjaan ini tak menentu. Kadang ada, kadang tidak ada. Saya bersyukur Raffi diterima di UGM semoga bisa kuliah dengan baik dan lancar,” harapnya.

Pekerjaan sang Ayah sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu membuat Raafi mafhum sehingga tidak pernah merasa kecil hati.

Sadar akan kondisinya, sejak lama Rafii menjadi pribadi yang tidak banyak menuntut. Pun ketika harus diminta orang tuanya bersekolah di seputar rumahnya.

Baca Juga :  Mahasantri Tebuireng Habib Yusra Juara 1 MQK Internasional: Santri Riau yang Bikin Indonesia Bangga!

Raafi tercatat melewati pendidikan di SD Muhammadiyah Domban, SMP Negeri 2 Sleman, dan SMA Negeri 1 Sleman yang kesemuanya berjarak tak jauh dari rumahnya di jalan Temulawak, Triharjo Sleman.

Dengan bersekolah di dekat rumah, Raafi mengaku merasa diuntungkan karena tidak banyak biaya yang harus dikeluarkan. Ia pun lebih bisa berkonsentrasi dalam belajar.

Beruntung, selama menempuh pendidikan dari Dasar hingga Menengah Atas, ia selalu mendapat nilai yang baik dan langganan mendapatkan beasiswa PIP dari pemerintah.

Raafi mengaku sempat dihinggapi bayang-bayang kekhawatiran soal masa depannya. Dengan kondisi ekonomi keluarganya, ia sempat ragu bisa melanjutkan kuliah jika tanpa beasiswa.

Untuk mengikis bayang-bayang itu, iapun sejak duduk di kelas X SMA Negeri 1 Sleman bertekad untuk bisa selalu berprestasi.

Prestasi Raafi

Tak heran di setiap kesempatan, ia selalu mengikuti berbagai kompetisi, dan buktinya sederet prestasi berhasil ia raih baik akademis maupun non akademis.

Ia pernah juara 3 Lomba Sesorah atau pidato bahasa Jawa di ajang Festival Keistimewaan Yogyakarta, dan Duta Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) di tingkat Provinsi DIY.

Raafi juga juara 1 Paduan Suara PMR Tingkat Wira PMI Kabupaten Sleman dan juara 1 Pidato dalam MTQ kabupaten Sleman.

Baca Juga :  Mahasiswa Cantik ITB Detha Audrey Syandani ini Ukir Pengalaman Internasional dengan Ikuti Program Hyundai CMK Scholarship di Korea Selatan

Tidak hanya itu, ia juga aktif ikut organisasi ekstrakurikuler dengan menjadi pengurus OSIS Pradiptatama SMA Negeri 1 Sleman, Peleton Inti dan Paduan Suara Gita Pradiptatama.

Terakhir, ia sempat membuat proyek karya tulis ilmiah untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 Cabang Fisika Terapan dan Rekayasa yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Pada kompetisi ini, ia menulis tema Membidik Paradigma Lingkungan Indonesia: Inovasi CARBONIX (Carbon Oxygen Nexus Integration Extractor) sebagai Konverter Karbon Dioksida (CO2) menjadi Oksigen (02) dalam Upaya Mereduksi Efek Gas Rumah Kaca.

Raafi mensyukuri atas semua perjalanan yang telah ia lalui selama di bangku sekolah. Cukup banyak alasan, kenapa ia kemudian memilih Fakultas Kehutanan UGM.

Selain bercita-cita menjadi rimbawan, ia berharap bisa membuat perencanaan dan bisa bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup atau perusahaan.

“Negeri kita dikenal sebagai paru-paru dunia. Kita bisa belajar dari hutan dan bisa belajar tentang Indonesia. Kita prihatin hutan di Indonesia semakin menipis, kita sebagai generasi penerus harus dapat memastikan ekosistem global tetap terjaga dan seimbang,” tandasnya. (Red)

Sumber: ugm.ac.id

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB