Transformasi Ekonomi Babel: Mengoptimalkan Potensi Koperasi dan UMKM melalui SDM Berkualitas

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mutiara Azizah, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bangka Belitung

Mutiara Azizah, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Mutiara Azizah *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Koperasi dan UMKM merupakan pilar penting perekonomian lokal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Meskipun berperan besar dalam ekonomi masyarakat, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu masalah utama adalah manajemen sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal. Banyak pelaku usaha yang belum memiliki keterampilan manajerial yang cukup, mengelola keuangan secara profesional, dan memanfaatkan teknologi digital. Hal ini menghambat produktivitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar yang begitu cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kualitas SDM koperasi dan UMKM di Bangka Belitung juga masih terbatas. Banyak pelaku usaha yang kesulitan dalam memahami manajemen keuangan, terutama dalam hal pencatatan yang sederhana, pemanfaatan media sosial untuk pemasaran, serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Employee Dynamic Capability Sebagai Pendekatan

Dalam menghadapi persaingan global, keterbatasan ini dapat mempengaruhi daya saing mereka. Untuk mengatasi tantangan ini, pendekatan yang dapat diterapkan adalah konsep Employee Dynamic Capability (EDC).

Konsep ini menekankan kemampuan individu untuk mengenali peluang (sensing), memanfaatkan peluang secara strategis (seizing), dan beradaptasi dengan perubahan secara berkelanjutan (transforming).

Bagi koperasi dan UMKM di Babel, EDC dapat membantu pelaku usaha untuk lebih peka terhadap perubahan pasar, serta mengembangkan model bisnis yang relevan dan inovatif.

Pelatihan yang diberikan kepada pelaku usaha harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pelatihan yang terlalu umum atau hanya berbasis teori tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Baca Juga :  Pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap Kemampuan Literasi

Sebagai contoh, pelatihan mengenai pencatatan keuangan sederhana bisa sangat membantu pelaku usaha dalam mengelola arus kas dan meningkatkan transparansi dalam laporan keuangan mereka.

Begitu juga dengan pelatihan tentang pemanfaatan e-commerce yang bisa memperluas pasar dan meningkatkan penjualan secara signifikan. Pelatihan berbasis praktik langsung sangat diperlukan, agar pelaku usaha tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari.

Namun, pelatihan saja tidak cukup. Banyak pelaku usaha yang kesulitan dalam mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan dari mentor atau praktisi berpengalaman sangat diperlukan.

Pendampingan ini memberikan arahan praktis, evaluasi, serta solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha. Dengan bimbingan langsung, pelaku usaha dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada dan memperbaiki kelemahan dalam operasional mereka.

Digitalisasi harus menjadi bagian penting dalam transformasi manajemen SDM koperasi dan UMKM. Teknologi tidak hanya membantu dalam pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga memungkinkan pengelolaan data anggota, memantau kinerja usaha, serta memperluas jangkauan pasar melalui platform daring.

Penggunaan aplikasi berbasis teknologi, seperti quickbooks atau Xero, telah terbukti lebih efisien dan mengurangi kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, platform digital untuk pemasaran, seperti media sosial atau website e-commerce, membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

Kemitraan dengan sektor lain, seperti perguruan tinggi dan sektor swasta, juga sangat penting. Perguruan tinggi bisa membantu melalui riset, pelatihan, dan program pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan UMKM.

Baca Juga :  Pentingnya Akuntansi dalam Membantu UMKM di Kabupaten Bangka: Bertahan dan Berkembang

Di beberapa daerah, perguruan tinggi telah bekerjasama dengan UMKM untuk melakukan riset pasar atau pengembangan produk. Sektor swasta, di sisi lain, bisa memberikan dukungan berupa akses pasar, teknologi, dan permodalan yang lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta akan membentuk ekosistem yang lebih kuat dan inovatif, menciptakan peluang yang lebih banyak untuk para pelaku usaha lokal.

Pemerintah daerah juga memegang peranan penting dalam mendukung transformasi SDM koperasi dan UMKM. Kebijakan yang mendukung seperti insentif pelatihan, kemudahan akses teknologi, dan pengakuan produk lokal dalam pengadaan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat proses transformasi.

Dengan kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM, pemerintah dapat mempercepat adopsi teknologi baru serta memberikan ruang yang lebih besar untuk UMKM berkembang.

Transformasi ekonomi di Bangka Belitung memerlukan lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur atau pembukaan akses modal. SDM yang berkualitas juga menjadi kunci untuk mendorong koperasi dan UMKM agar tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi motor penggerak utama ekonomi lokal.

Melalui pendekatan yang terarah—pelatihan yang relevan, pendampingan berkelanjutan, digitalisasi, kemitraan lintas sektor, dan kebijakan yang mendukung—Bangka Belitung dapat bergerak menuju masa depan yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (Red)

*) Mutiara Azizah, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB