Mamas Plogger Hadirkan Single Terbaru tentang Cinta, Kerinduan, dan Keindahan Alam

- Penulis

Kamis, 5 Desember 2024 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, BOYOLALI — Mamas Plogger, penyanyi dan penulis lagu muda asal Boyolali, Jawa Tengah kembali menggebrak dunia musik dengan rilis single terbarunya: ‘Dewi Senjoyo’.

Lagu ini hadir dengan nuansa puitis dan penuh perasaan, mengusung tema cinta yang dalam, ditambah dengan lirik berbahasa Jawa yang khas, membuat karya ini terasa begitu istimewa.

Ali Mahfudh, yang dikenal dengan nama panggung ‘Mamas Plogger’, lahir pada 27 Februari 1998, dan telah dikenal luas berkat karya-karya musik yang tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga penuh makna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai seorang penyanyi sekaligus penulis lagu, dia memiliki ciri khas dalam menciptakan lagu yang menyentuh hati, dengan lirik yang puitis dan kaya akan emosi.

Dewi Senjoyo mengisahkan tentang seseorang yang terpesona pada sosok yang ia kagumi, namun terhalang oleh rasa tidak percaya diri.

Lagu ini membawa pendengar pada suasana alam yang tenang, namun dipenuhi dengan perasaan rindu dan ketidakmampuan untuk mendekat.

Melalui lirik yang puitis dan penuh metafora, Mamas Plogger menggambarkan kerinduan yang terpendam dalam hati.

Baca Juga :  PMII Dulu dan Kini: Jejak Panjang Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Tentang Perasaan Hati

Lirik lagu ini menyajikan gambaran yang kuat tentang perasaan hati, seperti yang terlihat pada bagian awal lagu, “Ning ngisore rindange wit senja, banyu bening mili alon-alon, kowe teka karo senyum merona, gawe ati iki deg-degan.”

Lirik ini menggambarkan suasana yang penuh ketenangan, namun disertai perasaan berdebar-debar yang begitu intens.

Refrain lagu ini menyentuh hati dengan kalimat, “Oh, ning mata air Senjoyo, aku weruh dewi tanpa suwiwi, pengen nyedhaki, pengen kenalan, nanging sopo aku, mung uwong sepele ning latar.”

Kalimat ini mencerminkan perasaan ketidakberdayaan seseorang yang ingin mendekat pada orang yang ia sukai, namun merasa dirinya tak cukup berarti.

Selain lirik yang indah, aransemen musik dalam Dewi Senjoyo juga berhasil memadukan elemen tradisional dan modern.

Meskipun menggunakan bahasa Jawa yang kental, musik yang disajikan terdengar segar dan cocok dengan selera pendengar masa kini.

Lagu ini menunjukkan bahwa Mamas Plogger mampu menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan suara kontemporer yang tetap relevan di era digital.

Baca Juga :  Resensi Novel: Rahasia di Balik Kepolosan Anak-anak

“Mungkin banyak orang yang merasakan hal serupa dalam lagu ini, perasaan cinta yang datang tanpa kita bisa mengontrolnya, atau rasa rindu yang tak bisa diungkapkan. Dengan lagu ini, saya ingin menyampaikan bahwa cinta itu datang dengan cara yang sederhana, namun penuh makna,” ujar Mamas Plogger dalam sebuah wawancara, Kamis (5/12/2024).

Lagu Dewi Senjoyo kini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital. Dengan dirilisnya single ini, ia kembali membuktikan kemampuannya sebagai musisi muda yang tak hanya berbakat, tetapi juga memiliki visi besar dalam berkarya.

Melalui lagu-lagu seperti ini, ia berharap dapat terus menginspirasi pendengar dan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Karya terbaru ini menunjukkan bahwa Mamas Plogger tidak hanya berbicara melalui musik, tetapi juga melalui kata-kata yang mampu menyentuh jiwa.

Diharapkan, Dewi Senjoyo bisa menjadi salah satu lagu yang akan dikenang dalam perjalanan kariernya dan memberi warna baru dalam industri musik Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB