Muhammadiyah Gandeng Uruguay, Susu Berkualitas Siap Masuk Program Makan Bergizi

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Ada gebrakan baru dari Muhammadiyah! Organisasi ini resmi menggandeng Uruguay untuk memperkuat program gizi lewat pasokan susu berkualitas tinggi.

Kerja sama ini mulai dikunci setelah pertemuan antara jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, di Yogyakarta.

Ini jadi langkah serius untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nggak main-main, Uruguay dikenal sebagai “raja dairy” dunia. Nah, peluang inilah yang dilirik Muhammadiyah untuk mendukung program andalannya, Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM).

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama biasa.

Baca Juga :  KPK Rem Dulu Usut Dugaan Korupsi MBG: So, What?

“Kami butuh mitra yang kuat sekaligus efisien. Kabar baiknya, legalisasi ekspor produk susu Uruguay ke Indonesia sudah disepakati. Ini peluang besar,” ujarnya.

Menurut Hilman, langkah ini bakal memperkuat ekosistem program gizi yang selama ini terus berkembang. Meski tantangan ke depan masih ada, Muhammadiyah tetap pede kerja sama ini bakal berjalan mulus.

Di sisi lain, Dubes Uruguay, Cristina Gonzales, juga menunjukkan antusiasme tinggi. Ia menegaskan kesiapan negaranya untuk mendukung program peningkatan gizi di Indonesia.

Baca Juga :  Deretan Nama Beken Resmi Dilantik Prabowo, dari Qodari sampai Sarah Sadiqa

“Uruguay punya kapasitas besar di sektor peternakan, khususnya susu. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi, termasuk mendukung program makan bergizi,” katanya.

Saat ini, Muhammadiyah sudah mengoperasikan 187 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan hampir 380 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia. Artinya, kebutuhan pangan bergizi—termasuk susu—bakal terus melonjak.

Lewat kolaborasi lintas negara ini, Muhammadiyah dan Uruguay nggak cuma bicara soal pasokan susu, tapi juga masa depan generasi Indonesia.

Kalau lancar, kerja sama ini bisa jadi contoh keren bagaimana kolaborasi global berdampak langsung ke kesejahteraan masyarakat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB