SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Ada gebrakan baru dari Muhammadiyah! Organisasi ini resmi menggandeng Uruguay untuk memperkuat program gizi lewat pasokan susu berkualitas tinggi.
Kerja sama ini mulai dikunci setelah pertemuan antara jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, di Yogyakarta.
Ini jadi langkah serius untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Nggak main-main, Uruguay dikenal sebagai “raja dairy” dunia. Nah, peluang inilah yang dilirik Muhammadiyah untuk mendukung program andalannya, Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM).
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama biasa.
“Kami butuh mitra yang kuat sekaligus efisien. Kabar baiknya, legalisasi ekspor produk susu Uruguay ke Indonesia sudah disepakati. Ini peluang besar,” ujarnya.
Menurut Hilman, langkah ini bakal memperkuat ekosistem program gizi yang selama ini terus berkembang. Meski tantangan ke depan masih ada, Muhammadiyah tetap pede kerja sama ini bakal berjalan mulus.
Di sisi lain, Dubes Uruguay, Cristina Gonzales, juga menunjukkan antusiasme tinggi. Ia menegaskan kesiapan negaranya untuk mendukung program peningkatan gizi di Indonesia.
“Uruguay punya kapasitas besar di sektor peternakan, khususnya susu. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi, termasuk mendukung program makan bergizi,” katanya.
Saat ini, Muhammadiyah sudah mengoperasikan 187 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan hampir 380 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia. Artinya, kebutuhan pangan bergizi—termasuk susu—bakal terus melonjak.
Lewat kolaborasi lintas negara ini, Muhammadiyah dan Uruguay nggak cuma bicara soal pasokan susu, tapi juga masa depan generasi Indonesia.
Kalau lancar, kerja sama ini bisa jadi contoh keren bagaimana kolaborasi global berdampak langsung ke kesejahteraan masyarakat. (Red)