SUARAMUDA.NET, KENDAL — Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal menggelar kegiatan “Buka Bersama New Member BPC HIPMI Kendal” di Sixteen16 Café, Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 pengurus dan anggota HIPMI Kendal sebagai ajang konsolidasi pengusaha muda di tengah momentum Ramadhan 1447 Hijriah.
Acara tersebut diketuai oleh M. Ma’ruf Al Mubarok dari BPC HIPMI Kendal, dengan menghadirkan Anggota Komisi B DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono, sebagai narasumber yang memberikan pandangan tentang pengembangan kewirausahaan di daerah.
Selain itu juga Dr. Zulkifli Gayo sebagai Sekretaris Umum BPD HIPMI Jawa Tengah, yang turut hadir dan memberikan motivasi kepada para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Kendal.
Ketua Umum BPC HIPMI Kendal, Rizky Imhan mengatakan, kegiatan itu bukan sekadar agenda buka bersama semata, namun menjadi momentum memperkuat komunikasi dan membangun kesepahaman antara dunia usaha dan pemerintah daerah yang dalam hal ini diwakili anggota dewan.
“Kami berterima kasih kepada Kanda Mora Sandhy Purwandono, Anggota DPRD Kabupaten Kendal yang telah menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan Buka Bersama New Member BPC HIPMI Kendal. Ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengusaha muda di Kabupaten Kendal,” kata Ketua Umum BPC HIPMI Kendal, Rizky Imhan di Sixteen16 Café, Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026) akhir pekan lalu.
Rizky menyebut, BPC HIPMI Kendal berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Ia menekankan, banyak tantangan yang harus dihadapi para pengusaha muda. Untuk itu, dengan adanya kolaborasi, semua bisa belajar mengembangkan bisnis melalui pelatihan, seminar, mentoring bisnis, dan jaringan luas.
“Tantangan dunia usaha ke depan, kian kompleks, mulai dari daya saing hingga akses permodalan. Karena itu, kolaborasi dan belajar bersama lintas sektor diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus membuka peluang kerja baru,” ungkap Rizky.
Pada kesempatan itu, Ketua BPC HIPMI Kendal berharap dukungan dari pemerintah daerah melalui kolaborasi dengan anggota dewan untuk dapat memperkuat ekosistem usaha, khususnya UMKM.
Anggota DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono menyampaikan terkait Membangun Mentalitas Entrepreneur. Menurutnya entrepreneur merupakan pengembangan pola pikir (mindset) positif, ketahanan (resiliensi), dan keberanian mengambil risiko terukur.
“Kunci utamanya adalah berfokus pada solusi, ulet menghadapi kegagalan, terus belajar, kreatif, serta disiplin dalam eksekusi. Ini adalah proses berkelanjutan yang membentuk karakter tangguh untuk sukses dalam jangka panjang,” kata anggota DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono dari Partai Golkar.
Mora Sandhy juga mengingatkan, untuk meraih sukses para pengusaha muda di Kendal harus melihat tantangan sebagai sebuah peluang, bukan hambatan.
“Terus fokus pada solusi, bukan masalah, pantang menyerah, yaitu menganggap sebuah kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan evaluasi untuk bangkit kembali, bukan akhir dari segalanya,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Mora Sandhy, pengusaha muda harus berani mengambil risiko, berani melangkah keluar dari zona nyaman dengan perhitungan matang.
Berikutnya, selalu mencari cara baru, tidak puas dengan cara lama, dan mampu melihat peluang yang tidak dilihat orang lain.
“Disiplin, kerja keras, memiliki komitmen tinggi, manajemen waktu yang baik, dan dedikasi dalam mengelola bisnis, selalu update dengan tren, belajar dari kompetitor, dan meningkatkan keahlian diri, serta membangun jaringan,” beber Mora Sandhy.
Pada kesempatan yang sama, Sekum BPD Hipmi Jateng, Dr. Zulkifli Gayo menegaskan bahwa pihaknya siap membantu pengusaha muda yang memiliki gagasan usaha melalui dukungan modal awal.
“Saya ada di setiap forum, saya memiliki modal usaha tapi mulai dari dua juta, nanti kita tunggu proposalnya nanti ke Mas Rais,” Sekum BPD Hipmi Jateng, Dr. Zulkifli Gayo.
Menurutnya, bantuan tersebut dimaksudkan sebagai pemantik agar generasi muda berani memulai usaha secara mandiri.
Dr. Zulkifli menekankan bahwa menjadi pengusaha perintis membutuhkan keberanian dan kemauan untuk memulai dari nol.
“Sebagai perintis itu bukan bicara terkait dengan oh orang tua saya jadi pengusaha, maka saya tinggal melanjutkan jadi pengusaha, nggak usah masuk Hipmi. Langsung saja masuk asosiasi. Tapi di Hipmi itu adalah mencetak orang orang yang baru, orang-orang yang mau bergerak menjadi pengusaha,” imbuh Dr. Zulkifli.
Dr. Zulkifli menambahkan bahwa HIPMI merupakan organisasi yang memiliki peran penting dalam mencetak wirausahawan baru di berbagai daerah. Organisasi ini, menurutnya, menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin bergerak dan berkembang dalam dunia usaha.
“Organisasi itu tidak butuh person, tapi person yang butuh organisasi,” ujar Dr. Zulkifli.
Dr. Zulkifli menilai HIPMI akan tetap eksis sebagai wadah pengembangan pengusaha muda meskipun kepengurusan terus berganti dari waktu ke waktu.
Menurut Dr. Zulkifli, HIPMI merupakan organisasi yang memiliki sistem kuat untuk mencetak wirausahawan secara berkelanjutan. Karena itu, ia mengajak para anggota untuk memanfaatkan organisasi tersebut sebagai ruang belajar dan membangun jaringan usaha. (Red)