SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan cuma bikin anak sekolah kenyang, tapi—kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana—juga bikin dealer kendaraan ikut senyum lebar.
Di forum Indonesia Economic Outlook 2026, Dadan menyebut penjualan motor 2025 tembus 4,9 juta unit dan “terdongkrak” oleh MBG.
Logikanya sederhana: pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada borong motor. Kalau satu SPPG punya 50 pegawai dan 60 persen beli motor, ya sudah—dealer panen.
Belum cukup? Katanya lagi, mobil operasional juga ikut laris. Contohnya Daihatsu Gran Max di Cirebon disebut melonjak 40 persen. Dengan 23 ribu SPPG dan tiap unit butuh dua mobil, hitung-hitungan kasarnya: 46 ribu mobil.
Pantas saja Gran Max diklaim “mulai susah dicari”. Netizen pun mungkin bertanya pelan-pelan: ini program gizi atau program otomotif?
Efek domino lainnya juga dipamerkan: petani hidroponik omzet naik 100 persen, pengusaha tahu bangkit dari sekarat, peternak susu bangun cold storage karena satu SPPG butuh 450 liter susu per hari. Boyolali dan Bandung disebut kebagian berkah.
Narasinya terdengar manis: anak kenyang, UMKM bangkit, dealer full senyum. Tinggal satu pertanyaan kecil—ini benar efek langsung MBG, atau kebetulan yang keburu diklaim?
Publik tentu berhak ikut mengunyah datanya, bukan cuma menelan klaimnya. Jangan-jangan hanya mengada-ada!? (Red)