Kepala BGN Klaim Gran Max Langka Gara-Gara MBG: Beneran Gak Nih?

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil daihatsu Grandmax (pinterest)

Mobil daihatsu Grandmax (pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan cuma bikin anak sekolah kenyang, tapi—kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana—juga bikin dealer kendaraan ikut senyum lebar.

Di forum Indonesia Economic Outlook 2026, Dadan menyebut penjualan motor 2025 tembus 4,9 juta unit dan “terdongkrak” oleh MBG.

Logikanya sederhana: pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada borong motor. Kalau satu SPPG punya 50 pegawai dan 60 persen beli motor, ya sudah—dealer panen.

Belum cukup? Katanya lagi, mobil operasional juga ikut laris. Contohnya Daihatsu Gran Max di Cirebon disebut melonjak 40 persen. Dengan 23 ribu SPPG dan tiap unit butuh dua mobil, hitung-hitungan kasarnya: 46 ribu mobil.

Pantas saja Gran Max diklaim “mulai susah dicari”. Netizen pun mungkin bertanya pelan-pelan: ini program gizi atau program otomotif?

Efek domino lainnya juga dipamerkan: petani hidroponik omzet naik 100 persen, pengusaha tahu bangkit dari sekarat, peternak susu bangun cold storage karena satu SPPG butuh 450 liter susu per hari. Boyolali dan Bandung disebut kebagian berkah.

Baca Juga :  Ikuti Program MBKM, Mahasiswa Teknik Kimia UPN "Veteran" Jawa Timur Diberangkatkan ke Desa Segoro Tambak, Sidoarjo

Narasinya terdengar manis: anak kenyang, UMKM bangkit, dealer full senyum. Tinggal satu pertanyaan kecil—ini benar efek langsung MBG, atau kebetulan yang keburu diklaim?

Publik tentu berhak ikut mengunyah datanya, bukan cuma menelan klaimnya. Jangan-jangan hanya mengada-ada!? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB